Cegah Kerusakan Cagar Budaya, Pilar Jembatan Lama di Sungai Brantas Dibersihkan dari Sampah

Bagikan Berita :

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menanggapi aduan masyarakat terkait tumpukan sampah yang tersangkut di pilar Jembatan Brantas Lama. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, pembersihan dilakukan bersama tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Perum Jasa Tirta (PJT), serta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP), Rabu (18/2).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga kekuatan konstruksi jembatan yang telah berusia 156 tahun dan berstatus sebagai cagar budaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menegaskan bahwa pembersihan ini penting untuk mencegah potensi kerusakan akibat akumulasi sampah, terutama material kayu dan bambu yang tersangkut di bagian bawah jembatan.

“Jembatan ini sudah masuk kategori cagar budaya. Jadi, kami berupaya menjaga aset bersejarah ini agar tidak terjadi risiko yang dapat membahayakan struktur akibat penumpukan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, sampah yang menumpuk berasal dari aliran sungai dari arah selatan. Kondisi arus yang membawa material kayu dan bambu menyebabkan sampah mudah tersangkut pada pilar jembatan, terlebih saat debit air meningkat.

Dalam proses pembersihan, petugas menggunakan metode manual dengan bantuan besi panjang dan alat pemotong senso. Penggunaan alat berat sempat direncanakan, namun terkendala kendala teknis.

“Awalnya ingin menggunakan alat besar, tetapi mengalami kendala. PJT kemudian mengizinkan sampah dipotong dan dihanyutkan ke Bendungan Waru Turi, di mana alat berat sudah siaga untuk melakukan pembersihan lanjutan,” jelas Joko.

Selama kegiatan berlangsung, faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh petugas diwajibkan mengenakan pelampung, sementara dua perahu karet disiagakan di tepi sungai untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat.

Meski arus sungai terpantau cukup deras, para petugas tetap bekerja dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah Kota Kediri berharap aksi ini tidak hanya menjaga keberlangsungan bangunan bersejarah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai.

“Ketika pemerintah peduli, masyarakat diharapkan ikut peduli. Dengan sungai yang bersih, budaya tanggap bencana juga akan tumbuh di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan Berita :