Sosialisasi Koperasi Merah Putih (Anisa Fadila)

Perkuat Ekonomi Kerakyatan 46 Koperasi Kelurahan di Kota Kediri, Ketua DPRD : Anggota Kompak Kunci Keberhasilan

Bagikan Berita :

KEDIRI — Penguatan ekonomi kerakyatan berbasis prinsip koperasi terus digelorakan di Kota Kediri. Ketua DPRD Kota Kediri sekaligus Ketua Dekopinda, Dra. Firdaus, mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) agar semakin solid dan profesional melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Lotus Kota Kediri, Selasa (17/2).

Dalam forum yang dihadiri perwakilan koperasi dari 46 kelurahan se-Kota Kediri itu, Firdaus menegaskan bahwa kekompakan anggota menjadi fondasi utama keberhasilan koperasi.

“Yang membuat koperasi berhasil bukan semata-mata besar kecilnya modal, tetapi kekompakan anggotanya. Anggota harus mau menabung dan memenuhi kebutuhannya di koperasi. Itu kuncinya,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi tidak perlu langsung memiliki gerai besar di awal. Yang terpenting adalah konsistensi dan komitmen anggota dalam menjalankan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota.

Dukungan Legislatif Provinsi

Dorongan penguatan koperasi di tingkat kelurahan juga mendapat perhatian dari legislatif provinsi. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar, menilai keberadaan KKMP sebagai peluang ekonomi baru hasil kolaborasi masyarakat dan pemerintah.

Ia menyebut kebijakan pemerintah pusat yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat bawah harus dimanfaatkan secara optimal.

“Sebetulnya kebutuhan warga bisa dipenuhi lewat koperasi jika dikelola dengan baik. Tidak hanya soal modal, tapi juga kedisiplinan anggota dan kemampuan pengurus membaca peluang usaha,” ungkap mantan Walikota Kediri

Abdullah juga menyoroti besarnya potensi perputaran ekonomi di Kota Kediri. Ia membuka peluang sinergi antar koperasi, termasuk rencana kerja sama dengan BUMN seperti Pertamina dan Bulog. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan harga barang yang lebih kompetitif serta membantu menekan laju inflasi daerah.

Penguatan Kelembagaan Jadi Prioritas

Firdaus menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat sekaligus Ketua Dekopinda untuk memastikan pengurus KKMP memahami peran dan fungsi organisasi secara utuh.

Peserta yang hadir terdiri dari koordinator kelurahan, pengawas, hingga jajaran ketua, sekretaris, dan bendahara. Hal ini penting mengingat masih ditemukan dinamika pergantian kepengurusan di sejumlah koperasi pasca pendirian.

“Koperasi itu berbeda dengan PT. Kalau PT ada pemiliknya, koperasi pemiliknya adalah anggota. Modalnya dari anggota, dinikmati anggota, dan hasilnya kembali kepada anggota,” tegasnya.

Ia juga menekankan keunggulan KKMP yang berada di tingkat kelurahan dengan koordinasi kepala kelurahan. Struktur ini dinilai menjamin keberlanjutan organisasi berbasis jabatan, bukan individu.

Meski di wilayah perkotaan saat ini baru tersedia satu gerai koperasi karena keterbatasan lahan, Firdaus memastikan operasional tetap dapat berjalan dengan memanfaatkan kantor kelurahan atau ruang yang tersedia. Dalam waktu dekat, ia juga berencana meninjau langsung seluruh KKMP di Kota Kediri guna melihat perkembangan di lapangan.

46 Kelurahan Sudah Berbadan Hukum

Sosialisasi Koperasi Merah Putih (Anisa Fadila)

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, menyampaikan bahwa seluruh KKMP di 46 kelurahan telah memiliki badan hukum.

Namun, ia mengakui belum semua koperasi berjalan optimal. Hingga kini, 11 kelurahan telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan menunjukkan perkembangan usaha, bahkan sebagian sudah membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya.

“Yang lain belum dibangun gerainya, karena prioritas kami saat ini adalah penguatan kelembagaan. Kami ingin memastikan sebelum gerai dibangun, koperasi sudah punya rencana usaha yang jelas,” jelas Eko.

Ia menambahkan, menjelang Ramadan dan Idulfitri, sejumlah KKMP mulai berperan aktif membantu kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan parsel, sembako, hingga kegiatan sosial lainnya.

Kendala utama pengembangan koperasi saat ini, lanjutnya, masih berkisar pada ketersediaan lahan serta belum matangnya perencanaan usaha di beberapa wilayah.

Peserta Rasakan Manfaat Sosialisasi

Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat respons positif dari peserta. Perwakilan Satgas KKMP Mojoroto, Suwoto, mengaku memperoleh banyak wawasan baru, terutama dalam hal pengelolaan usaha dan pengembangan koperasi sesuai potensi wilayah.

“Banyak ilmu yang kami dapat, khususnya tentang bagaimana koperasi bisa tumbuh dan berkembang serta mengelola usaha sesuai potensi yang ada,” ungkapnya.

Ia menilai materi akuntansi sederhana yang disampaikan sangat membantu, terutama dalam penyusunan laporan keuangan dan pelaksanaan RAT yang selama ini menjadi tantangan tersendiri.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh KKMP di Kota Kediri memiliki pemahaman yang selaras, tata kelola yang lebih baik, serta mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur kelembagaan dan akademisi. Sekretaris Dekopinwil Jawa Timur, Drs. R. Nugroho, memaparkan tata kelola koperasi berbasis jati diri. Dra. Tuti Komaryati menjelaskan implementasi tata kelola organisasi, sementara dosen Prodi Akuntansi UNISKA Kediri, Akhmad Naruli, memberikan pembekalan praktik akuntansi sederhana guna mendukung kesehatan keuangan koperasi.

Dengan sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat, Koperasi Kelurahan Merah Putih diharapkan semakin kuat, profesional, dan benar-benar menjadi pilar ekonomi kerakyatan di Kota Kediri.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :