Stok Aman, Harga Terkawal: Satgas Pangan Turun Gunung Pantau Pasar di Kabupaten Kediri

Bagikan Berita :

KEDIRI — Menjelang datangnya Ramadan dan Idul Fitri, pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kediri semakin diperketat. Kamis (12/2/2026), Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, TNI, serta Satreskrim Polres Kediri melakukan inspeksi mendadak di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare.

Pengawasan ini tidak berhenti pada pengecekan harga di tingkat pedagang. Tim gabungan menelusuri mata rantai distribusi dari produsen hingga pengecer guna memastikan stabilitas harga, kualitas, serta keamanan pangan tetap terjaga di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat.

Kasubag TU Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Puspa Dewi, menyampaikan bahwa kondisi pasar secara umum masih terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan terhadap 14 komoditas strategis, tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan.

“Hari ini kami bersama Satgas Pengendalian Harga, Keamanan dan Mutu Pangan melakukan pengecekan langsung. Secara umum stabil. Hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan, dan itu terjadi merata di Jawa Timur. Di Kabupaten Kediri bahkan masih lebih rendah, sekitar Rp75 ribu per kilogram,” ujarnya.

Data hasil sidak tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan Bapanas, Kementerian Pertanian, hingga Bareskrim sebagai bagian dari sistem pengendalian harga pangan nasional. Apabila ditemukan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), tim akan menelusuri asal distribusi serta struktur harga pembelian.

“Sejauh ini di Kabupaten Kediri masih di bawah HET. Kondisinya aman, namun tetap harus dijaga konsistensinya hingga hari raya,” tegas Puspa.

Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman bahkan surplus. Sejak momentum Natal dan Tahun Baru hingga saat ini, harga beras relatif stabil.

“SPHP HET-nya Rp12.500 dan masih di bawah itu. Beras premium juga stabil di kisaran Rp14.500 sampai Rp14.700. Pedagang besar maupun eceran masih patuh,” jelasnya.

Pasokan beras diperkuat oleh panen yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, ditambah distribusi dari Bulog dan mitra pedagang melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pemerintah daerah juga terus menggulirkan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai instrumen pengendalian harga.

Tak hanya bahan pokok, perhatian juga diarahkan pada distribusi LPG 3 kilogram yang permintaannya cenderung meningkat menjelang Ramadan. Kuota tahun 2026 hampir sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 157 ribu metrik ton, dengan tingkat serapan 2025 mencapai 99 persen.

Dari sisi penegakan hukum, aparat memastikan pengawasan dilakukan secara menyeluruh. Kanit 2 Pidsus Satreskrim Polres Kediri, Iptu Aji Riski Ananda, menegaskan bahwa pemeriksaan mencakup seluruh rantai distribusi, mulai produksi hingga retail.

“Kami bersama Satgas Pangan melakukan pengawasan menyeluruh. Semua pihak harus berkomitmen menjaga mutu dan harga agar tetap wajar,” ungkapnya.

Hingga saat ini, belum ditemukan praktik penimbunan maupun pelanggaran hukum. Kenaikan harga cabai rawit merah dipastikan dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada hasil panen.

“Kami mengimbau pelaku usaha tidak melakukan penimbunan untuk meraup keuntungan berlebih. Jika ada unsur kesengajaan yang merugikan masyarakat, tentu akan diproses hukum. Namun sejauh ini belum ada temuan,” tegas Aji.

Pengawasan dipastikan akan terus dilakukan secara berkala dan ditingkatkan intensitasnya mendekati Lebaran. Masyarakat juga diminta proaktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran distribusi atau permainan harga.

Dengan hasil sidak tersebut, stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di Kabupaten Kediri dinilai dalam kondisi aman dan terkendali.

Kendati demikian, pemerintah bersama aparat penegak hukum tetap siaga menjaga keseimbangan pasokan dan harga agar daya beli masyarakat tetap terlindungi di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :