KEDIRI – Kepanikan dikabarkan terjadi di salah satu sekolah dasar Islam swasta di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Senin (27/4). Lima siswa duduk di bangku kelas 4 mendadak jatuh sakit dengan gejala mual dan muntah-muntah tak lama setelah menyantap makan siang mereka. Ironisnya, kejadian keracunan sebelumnya menimpa puluhan siswa di Kota Kediri usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Tempurejo.
Kejadian yang mengejutkan warga sekitar ini membuat pihak sekolah bergerak cepat. Kelima siswa tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit SLG untuk mendapat penanganan medis, sekitar pukul 13.00 WIB.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, dari lima siswa yang dirawat, satu di antaranya sudah diizinkan pulang setelah kondisinya membaik.
“Total ada lima anak yang dirawat karena mengalami muntah-muntah. Dari jumlah tersebut, satu anak sudah diperbolehkan pulang,” ungkap Ahmad Khotib.
Hingga sore hari, empat siswa lainnya masih menjalani observasi ketat dari tim medis. Pihak rumah sakit memastikan proses pemantauan dilakukan secara menyeluruh sebelum para siswa dinyatakan boleh kembali ke keluarga masing-masing.
“Informasi terakhir sore tadi, korban masih dalam tahap observasi. Mudah-mudahan segera membaik dan bisa pulang,” tambahnya.
Sumber Keracunan Masih Diselidiki
Yang menjadi tanda tanya besar, penyebab pasti keracunan ini belum berhasil diidentifikasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menyatakan belum bisa menyimpulkan apakah insiden ini berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau bersumber dari makanan lain.
Sampel makanan kini tengah diuji di laboratorium. Hasil uji tersebut akan menjadi penentu arah penyelidikan lebih lanjut.
“Kita belum bisa memastikan sebelum hasil uji keluar. Sementara ini masih dalam proses pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut,” tegas dr. Ahmad Khotib.
Kejadian ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, terutama karena berlangsung di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik. Dinas Kesehatan bersama instansi terkait kini tengah menelusuri secara menyeluruh asal-usul penyebab keracunan yang menimpa para siswa tersebut.









