KEDIRI — Suasana haru bercampur kebahagiaan mewarnai prosesi pelepasan ratusan jemaah haji Kabupaten Kediri di Convention Hall, Selasa (7/4/2026). Doa dan harapan mengiringi langkah para calon tamu Allah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.
Acara tersebut dihadiri Direktur Pengawasan Haji Reguler, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, jajaran Kementerian Haji, perwakilan DPR RI, serta keluarga jemaah yang turut mengantar.
Sebanyak 1.285 jemaah dijadwalkan berangkat dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni 109, 110, 111, dan 112 pada 19 hingga 20 Mei 2026. Selain itu, terdapat 62 calon jemaah yang masih berstatus cadangan.
Di balik angka keberangkatan tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang. Salah satunya dialami Manik, warga Kecamatan Kras, yang akhirnya berkesempatan menunaikan ibadah haji setelah menunggu sejak 2012.
Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan rasa syukurnya. Perjalanan menuju Tanah Suci ditempuh melalui proses panjang, menabung sedikit demi sedikit dari hasil bertani tebu.
“Dari hasil tani, saya kumpulkan pelan-pelan,” ujarnya.
Rencana awal berangkat bersama suami pun harus pupus. Kini, Manik menunaikan ibadah seorang diri—sebuah kenyataan yang ia terima dengan keteguhan dan keikhlasan.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga perjalanan panjang penuh pengorbanan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menekankan pentingnya kesiapan fisik bagi para jemaah. Ia mengingatkan bahwa aktivitas ibadah di Tanah Suci menuntut kondisi tubuh yang prima.
“Kesehatan menjadi kunci utama. Untuk menuju masjid saja bisa berjalan satu hingga dua kilometer. Karena itu, mulai sekarang harus rutin berlatih,” pesannya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah.
“Kalian adalah satu keluarga. Harus saling menjaga dan membantu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi mengungkapkan tingginya minat masyarakat untuk berhaji. Hingga saat ini, jumlah pendaftar tercatat telah melampaui 40 ribu orang.
Ia juga menyinggung keberangkatan jemaah lanjut usia, bahkan ada yang berusia di atas 100 tahun, sebagai bukti kuatnya semangat beribadah.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah turut memfasilitasi kebutuhan jemaah, mulai dari proses keberangkatan hingga penyediaan bekal makanan khas daerah, seperti sambal pecel dan sambal tumpang, guna mengobati kerinduan terhadap kampung halaman.
Dengan penuh harap, seluruh jemaah didoakan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.









