Kemeriahan Panggung Gembira Ponpes Wali Barokah Rayakan HUT RI

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Suasana meriah menyelimuti Pondok Pesantren Wali Barokah, Sabtu (22/8) malam. Ribuan santri dan keluarga besar pondok larut dalam Panggung Gembira, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak hanya panggung hiburan yang menjadi pusat perhatian. Area bazar makanan dan minuman juga dipadati para santri. Sambil menikmati beragam sajian, mereka mengikuti rangkaian acara hingga malam semakin semarak.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, mengapresiasi antusiasme keluarga besar Ponpes Wali Barokah dalam mengisi momentum kemerdekaan.

Menurutnya, semangat memperingati kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Para santri juga diharapkan mampu membawa semangat tersebut ke tengah masyarakat.

«“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga tentang apa yang bisa kita lakukan, khususnya para santri, untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik,” ujar Qowimuddin.»

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan kebersamaan. Perbedaan, kata dia, semestinya tidak menjadi tembok pemisah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

Qowimuddin menegaskan, pembangunan Kota Kediri membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren. Budaya guyub dan rukun dinilai menjadi modal penting untuk membangun daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia, Tabroni Al Ubaidah, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Ponpes Wali Barokah telah berlangsung sejak awal Agustus.

Kegiatan diawali dengan pemasangan dan pengibaran bendera Merah Putih serta umbul-umbul di lingkungan pondok sejak 1 hingga 31 Agustus 2026. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan kerja bakti serta Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional (Geber Masjid).

Keluarga besar pondok juga menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain itu, bazar dan photobooth turut dihadirkan sebagai sarana menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan santri.

Semarak Agustusan juga terasa ketika keluarga besar Ponpes Wali Barokah berbaur bersama masyarakat Kelurahan Burengan-Banjaran dan Pemerintah Kota Kediri. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari malam tasyakuran, jalan santai, bazar, pentas seni, hingga kirab bendera Merah Putih raksasa.

Namun, kemeriahan belum sepenuhnya berakhir.

Ponpes Wali Barokah juga akan memfasilitasi Jambore Nasional ke-2 Mbahman Gowes Sakjagad yang dijadwalkan diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Pimpinan Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menyebut pelaksanaan peringatan kemerdekaan tahun ini mengalami sejumlah perkembangan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan tersebut terlihat dari semakin beragamnya kegiatan bazar dan perlombaan, sekaligus meningkatnya keterlibatan santri serta siswa.

Menurut Sunarto, seluruh rangkaian kegiatan bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus ruang untuk memperkuat persaudaraan.

«“Sesuai dengan yang disampaikan oleh Gus Qowim tadi, memang sekarang itu terutama di kalangan umat Islam, kekuatan yang harus senantiasa dibutuhkan adalah kebersamaan dan kerukunan,” ujar Sunarto.»

Panggung Gembira akhirnya menjadi penutup yang penuh warna. Para santri bukan hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan kreativitas, membangun kebersamaan, sekaligus menghidupkan semangat kemerdekaan.

Dari lingkungan pesantren, pesan itu kembali ditegaskan: kemerdekaan akan memiliki makna ketika diisi dengan persatuan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

 

Jurnalis: Navima Aulya Sava