Kegiatan digelar di Bulan Ramadan tahun lalu (istimewa)

Ramadan dan Pra-Paskah, SMAK St. Augustinus Kediri Perkuat Toleransi Lewat Aksi Sosial

Bagikan Berita :

KEDIRI — Suasana Ramadan yang bertepatan dengan masa puasa pra-Paskah dimaknai secara istimewa oleh keluarga besar SMAK Santo Augustinus Kediri. Momentum ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan guru dan siswa dari beragam latar belakang agama, sekaligus menjadi sarana menumbuhkan nilai toleransi, empati, dan kepedulian sosial.

Selain aksi sosial, sekolah juga menghadirkan program khusus berupa potongan biaya pendaftaran sebesar 40 persen bagi calon siswa baru. Program ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di SMAK St. Augustinus Kediri.

Kepala SMAK Santo Augustinus Kediri, Y.F. Nining Dwi Retnani melalui Guru Bimbingan Konseling, Paramitta Widiyarini, menjelaskan bahwa salah satu kegiatan utama selama Ramadan adalah program berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan seluruh warga sekolah, baik guru maupun siswa. Mereka bersama-sama mengumpulkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, teh, hingga kopi untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.

“Konsepnya Bapak Ibu guru dan anak-anak mengumpulkan sembako seperti beras, minyak, teh, dan kopi. Semua yang terkumpul nanti dibagikan kepada saudara-saudara yang membutuhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di jalan maupun melalui panti asuhan, baik panti Muslim maupun Katolik. Penyaluran dilakukan secara bergantian agar lebih banyak pihak yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

Keterlibatan siswa dan guru tanpa memandang latar belakang agama menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan dapat belajar tentang empati, kebersamaan, serta pentingnya saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain kegiatan sosial, pihak sekolah juga menyesuaikan aktivitas belajar selama Ramadan untuk mendukung siswa Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Jam pulang sekolah dipercepat, serta siswa putra diberikan izin untuk melaksanakan salat Jumat di masjid sekitar sekolah.

Kebijakan tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus komitmen sekolah dalam menghargai perbedaan keyakinan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan saling menghormati.

Di sisi lain, siswa Katolik juga mengikuti kegiatan Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang berlangsung selama masa puasa pra-Paskah. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak menyisihkan sebagian uang sakunya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui gereja.

“Dalam kegiatan ini anak-anak diajak menyisihkan uang sakunya. Uang itu nantinya disalurkan melalui gereja untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, misalnya untuk pendidikan atau bantuan sosial lainnya,” jelas Paramitta.

Tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, sekolah juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk membuka program pendaftaran peserta didik baru dengan promo khusus. Selama periode 21 Februari hingga 6 Maret 2026, calon siswa baru mendapatkan potongan uang pengembangan sebesar 40 persen.

Program tersebut terbuka bagi semua calon siswa tanpa memandang latar belakang agama.

“Bahkan di bulan Ramadan ini ada promo potongan uang pengembangan 40 persen bagi pendaftar baru,” tambahnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMAK St. Augustinus Kediri berharap nilai toleransi, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah sekaligus menjadi bekal penting bagi para siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagikan Berita :