foto : Wildan Wahid Hasyim

Program Ronda Digital Tak Hanya Keamanan, Sampah hingga Layanan Publik di Kota Kediri Ikut Terpantau

Bagikan Berita :

KEDIRI — Pemerintah Kecamatan Kota Kediri resmi meluncurkan program ronda digital sebagai strategi baru dalam memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berbasis teknologi. Inisiatif ini mengintegrasikan peran warga hingga perangkat pemerintahan dalam satu sistem pemantauan yang lebih terstruktur.

Camat Kota Kediri Agus Suharyanto mengatakan, ronda digital merupakan pengembangan dari sistem keamanan lingkungan konvensional yang selama ini sudah berjalan, namun kini dikelola dengan pendekatan manajemen yang lebih sistematis.

“Konsep ini kolaborasi antara masyarakat dan kelurahan. Tujuannya efisiensi waktu dan pemantauan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut tidak sepenuhnya membangun infrastruktur baru, melainkan mengoptimalkan sarana yang telah ada, seperti perangkat pengawasan di tingkat lingkungan. Perubahan utama terletak pada integrasi data dan pola koordinasi yang kini ditarik hingga level kecamatan.

“Dulu sudah ada, tapi belum tertata. Sekarang kita kelola dari RT, kelurahan, lalu terhubung ke kecamatan. Ini masih berproses dan terus kita evaluasi,” katanya.

Evaluasi pelaksanaan dilakukan secara berkala melalui koordinasi intensif antar lurah. Langkah ini diambil untuk memastikan sistem berjalan efektif dan mampu merespons cepat berbagai potensi gangguan di masyarakat.

Menariknya, fungsi ronda digital tidak hanya terbatas pada aspek keamanan. Program ini juga dimanfaatkan untuk memantau persoalan sosial lain, seperti kebersihan lingkungan hingga kualitas pelayanan publik.

“Kalau ada yang buang sampah sembarangan bisa terpantau. Bahkan pelayanan publik juga bisa kita kontrol,” ucap Agus.

Seluruh kelurahan di Kecamatan Kota Kediri diwajibkan berpartisipasi aktif dalam implementasi program ini. Pemerintah kecamatan juga mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui pemanfaatan teknologi.

Meski masih dalam tahap pengembangan, Agus mengakui sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama dalam aspek edukasi dan penguatan sumber daya manusia. Namun, ia optimistis program ini dapat berjalan efektif seiring meningkatnya partisipasi masyarakat.

“Ini memang belum sempurna, tapi kita jalankan bertahap. Yang penting konsisten,” ujarnya.

Ia juga meminta para lurah untuk aktif turun langsung ke lapangan guna memahami persoalan warga secara menyeluruh, sehingga solusi yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

“Pemimpin harus dekat dengan masyarakat. Dari situ akan lahir inovasi,” tuturnya.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :