KEDIRI – Penampilan mahakarya sendratari Garudeya menjadi daya tarik utama dalam puncak perayaan Suran Agung di Ndalem Dewobroto, Senin (29/6). Suguhan tari tradisional yang dibawakan Sanggar Tari Dewobroto berhasil memukau pengunjung melalui alur cerita yang sarat nilai budaya dan pesan moral.
Sebanyak 45 penari dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga dewasa, turut ambil bagian dalam pertunjukan tampil cukup apik tersebut. Mereka membawakan lima repertoar tari, yakni Tari Bermain, Tari Candi Ayu, Tari Gambyong, Tari Tanjung Gemirang, dan Garudeya sebagai penampilan utama.
Pelatih Sanggar Tari Dewobroto, Lina Candra Sari, S.Sn., mengatakan Garudeya dipilih sebagai sajian puncak karena mengangkat kisah bakti dan pengorbanan seorang anak kepada ibunya.
“Menurut saya, seni pertunjukan seperti sendratari sangat penting untuk terus dilestarikan. Saat ini pertunjukan seperti ini mulai jarang digelar, padahal memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan tren hiburan modern,” ujar Lina.
Ia berharap pertunjukan budaya terus mendapat ruang agar masyarakat semakin mengenal warisan budaya tradisional. Selain itu, kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya sejak usia dini.
Antusiasme juga terlihat dari para penonton yang memadati lokasi acara. Salah satunya Rismawati, warga Balupasar, yang mengaku sengaja datang untuk menyaksikan rangkaian puncak Suran Agung karena menyukai pertunjukan budaya Jawa.
Menurutnya, Garudeya menjadi penampilan paling berkesan karena menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan saat ini.
“Kisah Garudeya menjadi pengingat bagi anak-anak zaman sekarang agar lebih patuh dan menghormati orang tua, terutama ibu,” tuturnya.
Rismawati menilai pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui alur cerita yang kuat serta penampilan para penari.
Ia berharap pagelaran budaya seperti Suran Agung dapat terus diselenggarakan sebagai upaya menjaga kelestarian budaya leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat luas.



