Kangmas Joko Koreng Buka Suara! Tegaskan PSHT Kota Kediri Hanya Satu, Siap Hadapi Konflik

KEDIRI – Perayaan ulang tahun ke-53 Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Sudjoko Adi Poerwanto atau yang akrab disapa Joko Koreng, berubah menjadi panggung pernyataan tegas terkait eksistensi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Kediri.

Di hadapan keluarga, sahabat, serta warga yang hadir dalam syukuran sederhana tersebut, Joko Koreng menegaskan bahwa kepengurusan PSHT Cabang Kota Kediri yang dipimpinnya merupakan satu-satunya kepengurusan yang sah.

Ia menyebut organisasi yang dipimpinnya berada di bawah Ketua Umum Kangmas Taufik dan telah memperoleh pengakuan secara hukum.

“PSHT di Kota Kediri hanya satu. Kami berdiri di bawah kepengurusan yang sah dan diakui negara,” tegas Kangmas Joko Koreng.

Ia mengatakan, sejak awal ajaran PSHT mengedepankan nilai berbudi luhur, menghormati sesama, serta menghindari tindakan yang dapat menyakiti maupun memecah belah persaudaraan.

Selama ini, dirinya memilih merangkul semua pihak dan menganggap mereka sebagai saudara. Namun, sikap tersebut berubah setelah adanya kegiatan lain yang digelar bertepatan dengan syukuran ulang tahunnya dan dinilai sebagai acara tandingan.

Menurutnya, pihak lain bahkan menggelar kegiatan yang lebih besar dengan menghadirkan hiburan, padahal sebelumnya seluruh saudara dari wilayah eks-Karesidenan Kediri telah diundang dalam momen kebersamaan tersebut.

“Saya selama ini diam karena menganggap mereka saudara. Tetapi ketika kebaikan tidak dibalas dengan kebaikan, tentu ada batasnya,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menginginkan konflik. Namun apabila ada pihak yang sengaja memancing perselisihan, PSHT yang dipimpinnya siap menghadapi dengan tetap berpijak pada kebenaran.

“Orang SH Terate itu diajarkan berani. Berani bukan untuk mencari musuh, tetapi berani memperjuangkan kebenaran,” katanya.

Kangmas Joko Koreng juga mengingatkan seluruh warga agar tidak menyebarkan doktrin maupun ajaran yang berpotensi memecah belah organisasi. Ia berharap seluruh anggota tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan yang menjadi roh ajaran PSHT.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengutip falsafah SH Terate, “cilik ra kurang bakal, gede ra turah bakal“, sebagai pengingat agar setiap warga menjaga kehormatan tanpa merendahkan pihak lain.

Meski melontarkan pernyataan keras, Kangmas Joko Koreng memastikan syukuran ulang tahunnya tidak dikemas sebagai agenda organisasi. Ia menyebut acara tersebut murni merupakan perayaan keluarga yang dihadiri sahabat dan warga yang datang atas kehendak sendiri.

Bertepatan dengan peringatan HUT Bhayangkara, ia mengaku memilih menghormati imbauan aparat keamanan dengan tidak menggelar kegiatan berskala besar.

“Kami menghormati aparat keamanan. Karena itu, malam ini hanya syukuran sederhana bersama keluarga dan teman-teman yang datang memberikan doa,” jelasnya.

jurnalis : Nanang Priyo Basuki