KEDIRI — Reuni akbar bukan hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi alumni bagi almamater. Semangat itulah yang dibawa Paguyuban Alumni SMP Pawyatan Daha 1 (PASDA-1) dalam mengawali kepengurusan periode 2026–2030 dengan fokus pada penguatan jaringan, peningkatan mutu pendidikan, hingga pembukaan peluang karier bagi lulusan baru.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Reuni Akbar dan Temu Kangen yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus PASDA-1 di Omah Sawah, Burengan, Kota Kediri, Sabtu (17/10). Mengusung tema “Membangun Integritas dan Sinergitas Alumni”, acara ini mempertemukan alumni lintas generasi, sekaligus menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk memperluas peran paguyuban.
Suasana reuni semakin semarak dengan penampilan Tari Jaremblung bertajuk “Perjuangan” yang dibawakan siswa SMP Pawyatan Daha 1, serta hiburan musik dari CB Band Veteran.
Ketua Umum PASDA-1 periode 2026–2030, Kardiyat, menegaskan bahwa kepengurusan baru akan diarahkan untuk memperkuat hubungan antarlulusan sekaligus membangun kolaborasi yang lebih konkret dengan pihak sekolah. Paguyuban diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi berkembang menjadi wadah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi alumni dan masyarakat.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah kerja sama dengan sekolah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan fasilitas, serta membuka akses program karier dan magang bagi lulusan baru.
“Menjalin kerja sama yang baik dengan pihak sekolah untuk mendukung mutu pendidikan, pengembangan fasilitas, serta program karier dan magang bagi lulusan baru,” kata Kardiyat.
Untuk memperluas jangkauan komunikasi, pengurus juga merencanakan pembentukan jaringan PASDA-1 di sejumlah kota di luar Kediri. Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, dan Semarang menjadi beberapa wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan jaringan alumni.
“Kami ingin membentuk wadah PASDA-1 di Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, Semarang, dan kota-kota lainnya. Misi kita adalah mempererat silaturahmi sekaligus memperluas jaringan PASDA-1,” ungkapnya.
Pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat mempermudah komunikasi antarlulusan, memperluas peluang kolaborasi, serta membuka ruang berbagi informasi dan pengalaman, termasuk terkait dunia kerja.
Kardiyat menyebutkan, sebanyak 28 orang telah dikukuhkan dalam kepengurusan periode 2026–2030, termasuk para pengurus seksi. Sementara itu, jumlah keseluruhan alumni diperkirakan mendekati 500 orang.
Untuk memperkuat koordinasi, pengurus berencana menyusun basis data alumni agar pendataan dan komunikasi dapat berjalan lebih terstruktur. Koordinator wilayah nantinya juga diharapkan memiliki program kerja masing-masing yang diselaraskan dengan agenda pengurus pusat di Kediri.
Perkuat Segitiga Yayasan, Sekolah, dan Alumni
Dukungan terhadap pengembangan sekolah menjadi bagian penting dari arah gerak PASDA-1. Ketua Pengurus Yayasan Pawyatan Daha, Asrori, menilai alumni memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut dia, hubungan antara yayasan, sekolah, dan alumni perlu dibangun sebagai satu kesatuan. Kolaborasi ketiganya dinilai penting untuk memperkuat lembaga pendidikan yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan sejak 1924.
“Segitiga antara yayasan, sekolah, dan alumni harus berjalan bersama. Insyaallah, dengan kekuatan yang kompak dan komunikasi yang baik, kita bisa meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung pengembangan SMP Pawyatan Daha 1 pada khususnya, serta Yayasan Pawyatan Daha pada umumnya,” ujarnya.
Saat ini, Yayasan Pawyatan Daha menaungi 10 unit pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Asrori berharap reuni alumni dapat diselenggarakan secara berkesinambungan sehingga hubungan dengan almamater tetap terjaga dan dukungan terhadap pengembangan pendidikan semakin kuat.
Pengurus Baru Ditantang Lebih Produktif
Kepengurusan baru PASDA-1 juga dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan aktivitas organisasi dan memperluas manfaatnya. Ketua PASDA-1 periode sebelumnya, Wahab CB, berharap kepengurusan 2026–2030 mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus menghadirkan program yang lebih produktif dan inovatif.
“Kepengurusan ini bersama seluruh tim semakin produktif, interaktif, dan kreatif. Harapannya, kepengurusan ini bisa memberikan dampak yang lebih besar,” tuturnya.
Wahab menekankan bahwa keberhasilan paguyuban tidak semata-mata diukur dari banyaknya alumni yang terhimpun. Lebih dari itu, organisasi harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan oleh anggota, sekolah, dan masyarakat.
Ia berharap PASDA-1 tumbuh menjadi organisasi yang profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial. Dengan demikian, ikatan persaudaraan yang terbangun sejak masa sekolah dapat diterjemahkan menjadi berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Reuni Lintas Generasi, Jaga Persaudaraan hingga Usia Senja
Makna reuni juga dirasakan AKBP Edy Herwiyanto, alumni angkatan 1986. Ia menyambut positif pertemuan yang mempertemukan alumni dari berbagai generasi, termasuk para senior yang tetap dapat hadir dalam suasana penuh kebersamaan.
“Saya adalah alumni 86 tadi bertemu teman angkatan saya saya juga ikut merasakan kebahagian ini dimana para senior yang usia 76 rata rata diatas 70 masih sehat,” ujarnya.
Bagi Edy, reuni bukan sekadar kesempatan bernostalgia. Pertemuan semacam ini menjadi ruang untuk menjaga komunikasi, bertukar informasi, dan membangun kepedulian ketika ada sesama alumni yang membutuhkan bantuan.
Ia berharap pengurus baru dapat merangkul seluruh angkatan tanpa membedakan latar belakang maupun usia. Dengan komunikasi yang terjaga, jaringan alumni diharapkan mampu menghadirkan manfaat bagi para anggotanya sekaligus masyarakat Kota Kediri.
Bergulirnya kepengurusan PASDA-1 periode 2026–2030 kini menjadi momentum untuk menerjemahkan semangat kebersamaan menjadi program yang terukur dan berkelanjutan. Penguatan jaringan alumni, dukungan terhadap sekolah, serta kegiatan sosial menjadi sejumlah langkah yang diharapkan memperbesar kontribusi paguyuban.
Pada akhirnya, kekuatan PASDA-1 tidak hanya terletak pada banyaknya alumni yang berkumpul, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk bergerak bersama. Sinergi antara yayasan, sekolah, dan alumni diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga persaudaraan sekaligus mendukung kemajuan pendidikan.
Jurnalis: Anisa Fadila



