KEDIRI — Kabar baik datang bagi ribuan warga Kota Kediri. Pemerintah resmi mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025. Penyaluran perdana digelar di halaman Balai Kota Kediri, Selasa (9/12), dan akan berlangsung bertahap hingga Minggu (14/12).
Bantuan ini menjadi angin segar bagi masyarakat kecil yang tengah berjuang mempertahankan kondisi ekonomi keluarga di tengah berbagai tekanan kebutuhan hidup.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa BLT DBHCHT bukan sekadar program tahunan, melainkan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan berpihak pada warga yang membutuhkan.
“BLT ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk memastikan masyarakat tetap mampu bertahan, berkembang, dan sejahtera,” ujarnya.
Agar tepat sasaran, proses pendataan dilakukan melalui verifikasi berlapis—dimulai dari usulan kelurahan, pemadanan data, hingga pengecekan oleh Dinas Sosial. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menyampaikan bahwa tahun ini bantuan menyasar enam kelompok penerima, yaitu buruh pabrik rokok, fakir miskin, anak yatim, lansia, dan orang dengan kecacatan berat (ODKB).
“Seluruh penerima sudah melalui proses verifikasi ketat, sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan dan belum pernah menerima bantuan dari pusat,” jelas Imam.
Besaran BLT disesuaikan dengan kebutuhan tiap kategori:
-
Buruh pabrik rokok: Rp1.000.000
-
Fakir miskin: Rp1.200.000
-
Anak yatim: Rp600.000
-
Lansia: Rp1.200.000
-
ODKB: sekitar Rp6.000.000
Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp8,2 miliar untuk membantu warga dari berbagai kelompok rentan ini.
Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Salah satu penerima, Wimi Nurul Laili, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Dengan tiga anak yang masih sekolah, BLT ini menjadi penopang penting dalam mengatur biaya pendidikan.
“Rakyat kecil seperti saya sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Semuanya akan saya gunakan untuk biaya sekolah anak-anak,” tuturnya.
Ia juga mengaku proses pengajuan bantuan cukup mudah dan ini merupakan kali pertama ia menerima bantuan langsung dari pemerintah—sebuah pengalaman yang menenangkan di tengah tantangan ekonomi keluarga.
Dengan penyaluran bertahap hingga 14 Desember nanti, pemerintah berharap semakin banyak warga Kota Kediri yang bisa merasakan manfaat bantuan DBHCHT, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan mengurangi beban ekonomi rumah tangga.









