KEDIRI — Mengawali masa tugasnya sebagai Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memilih Kediri sebagai salah satu tujuan untuk menjalin kedekatan dengan kalangan ulama. Senin (19/10), ia bersilaturahmi dengan sejumlah kiai berpengaruh sekaligus berziarah ke makam Syekh Wasil di kawasan Setono Gedong, Kota Kediri.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan lingkungan pesantren. Sinergi dengan para ulama dinilai penting untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Jawa Timur.
Dalam rangkaian agenda itu, Dekananto menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M. Anwar Iskandar, di kediamannya yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien, Rejomulyo, Kota Kediri.
Kapolda Jatim kemudian melanjutkan silaturahmi ke sejumlah tokoh pesantren lainnya, yakni KH Anwar Mansyur di Pondok Pesantren Lirboyo, KH Nurul Huda Djazuli di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, serta KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar.
MUI Tekankan Keamanan Merupakan Tanggung Jawab Bersama
Pertemuan dengan KH M. Anwar Iskandar menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut. Keduanya membahas perlunya komunikasi dan kerja sama yang erat antara ulama dan kepolisian untuk menjaga keamanan masyarakat.
KH M. Anwar Iskandar menegaskan, upaya menjaga keamanan dan ketenteraman tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Masyarakat, termasuk kalangan pesantren, juga memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman.
Karena itu, ia mengajak para ulama dan masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Kita juga diminta apabila ada hal-hal yang meresahkan masyarakat maupun pondok pesantren, agar dapat diinformasikan kepada Bapak Kapolda sehingga bisa ditangani bersama-sama,” ujarnya.
Menurut Kyai Anwar, komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama diharapkan semakin intensif melalui forum silaturahmi yang melibatkan lebih banyak ulama serta jajaran kepolisian dari berbagai daerah.
Sejumlah wilayah yang berpeluang dilibatkan dalam agenda tersebut antara lain Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, hingga Madiun.
Melalui pertemuan lintas daerah itu, para kiai dan kepolisian diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka, memperkuat persatuan, serta meningkatkan koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan.
Meski demikian, rencana pertemuan bersama tersebut masih dalam tahap pembahasan. Untuk sementara, komunikasi dengan para tokoh agama dilakukan melalui kunjungan langsung.
Kyai Anwar juga menyampaikan doa dan harapannya agar Kapolda Jatim yang baru beserta seluruh jajarannya mampu menjalankan amanah dengan baik.
“Kita doakan mudah-mudahan Bapak Kapolda yang baru beserta seluruh jajarannya berhasil dan sukses dalam mengemban amanat baru, yaitu menciptakan Jawa Timur yang kondusif, bersatu, dan aman,” tuturnya.
Ziarah ke Makam Syekh Wasil
Selain menemui sejumlah ulama, Dekananto menyempatkan diri berziarah ke makam Syekh Wasil di Setono Gedong, Kota Kediri. Ia datang bersama sejumlah pejabat yang mendampingi rombongan.
Juru kunci makam Syekh Wasil, Muhammad Yusuf Wibisono, membenarkan kedatangan Kapolda Jatim tersebut.
“Jadi benar tadi Kapolda ke sini untuk berziarah ke makam Syekh Wasil bersama para pejabat lain,” ungkap Yusuf.
Ia berharap kepemimpinan Dekananto dapat membawa Polda Jawa Timur semakin baik dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami berharap beliau menjadi Kapolda yang lebih baik dari Kapolda sebelumnya,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jatim didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jatim. Mereka antara lain Dirintelkam Kombes Pol Bondan Witjaksono, Dirlantas Kombes Pol Rahmat Hakim, Dirreskrimum Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, serta Dirbinmas Kombes Pol Darman.
Turut hadir Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim dan Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif bersama jajaran masing-masing.
Melalui silaturahmi dengan para kiai dan ziarah ke makam Syekh Wasil, hubungan antara kepolisian, pesantren, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan di Jawa Timur.
jurnalis : Anisa Fadila – Sigit Cahya Setyawan



