KEDIRI – Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Kabupaten Kediri terus menunjukkan peningkatan. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup lansia, salah satunya dengan mengajak keluarga berperan lebih aktif dalam memberikan pendampingan dan kasih sayang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri tahun 2025, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 264.565 jiwa atau sekitar 15,5 persen dari total populasi. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar talkshow bertajuk Lansia Berdaya, Keluarga Bahagia di Gedung Bagawanta Bhari, Kamis (5/11).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito melalui Ketua Pokja IV, Subaryati Khotib, menegaskan bahwa bertambahnya usia bukan alasan bagi seseorang untuk berhenti menjalani kehidupan secara produktif.
Menurutnya, lansia tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Karena itu, dukungan orang-orang terdekat menjadi faktor penting dalam menjaga semangat dan kemandirian mereka.
“Menua itu pasti, tetapi tangguh adalah pilihan. Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Subaryati juga memperkenalkan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Program ini menjadi wadah pembelajaran bagi kelompok lansia untuk meningkatkan pengetahuan, menjaga kesehatan, sekaligus mengembangkan kemampuan diri.
Melalui Selantang, para lansia diharapkan tidak hanya mampu menjaga kesehatan fisik, tetapi juga tetap aktif secara sosial, memiliki kepercayaan diri, serta menjalani kehidupan secara mandiri.
Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri Nur Wulan Andadari menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk lansia menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dengan proporsi lansia yang kini mencapai sekitar 15,5 persen dari total penduduk, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga, untuk memastikan kelompok usia tersebut tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan yang layak.
Menurutnya, talkshow Lansia Berdaya, Keluarga Bahagia merupakan salah satu langkah untuk mendorong pemahaman masyarakat bahwa kesejahteraan lansia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar.
Pendampingan yang tepat, perhatian terhadap kesehatan, serta dukungan emosional diharapkan dapat membuat lansia menjalani masa tua dengan lebih sehat, bahagia, dan bermartabat.



