Dari Dasa Darma ke Dunia Digital, Begini Cara Pramuka Kota Kediri Menjawab Tantangan Zaman

✓ Link berhasil disalin

Pramuka di Kota Kediri Tak Mau Lagi Diccap Kuno, Teknologi Jadi Senjata Generasi Z

KEDIRI – Gerakan Pramuka di Kota Kediri didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pramuka kini tidak cukup hanya aktif mengikuti berbagai kegiatan, tetapi juga dituntut mampu menerjemahkan nilai Tri Satya dan Dasa Darma ke dalam karya serta pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut salah satunya terlihat dalam lomba video vlog bertema “Aku Bangga Menjadi Pramuka”. Ajang ini menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk menampilkan aktivitas kepramukaan sekaligus menyampaikan nilai-nilai pengabdian melalui media yang dekat dengan generasi muda.

Lomba tersebut menjadi bagian dari Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 sekaligus penyambutan kontingen Jambore Nasional (Jamnas) di GOR Joyoboyo, Kota Kediri, Jumat (4/9), hasil kerjasama apik antara Pemerintah Kota Kediri dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri.

Sekitar 10 ribu anggota Pramuka dari berbagai tingkatan, mulai Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega, mengikuti apel akbar tersebut. Kegiatan mengusung tema “Menetapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai pendidikan kepramukaan perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang inovatif dan menyenangkan. Menurut dia, kegiatan klasik seperti baris-berbaris, membaca sandi, hingga survival tetap penting untuk membentuk karakter anggota Pramuka.

Namun, kemampuan tersebut dinilai perlu berjalan beriringan dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Pramuka, kata Vinanda, harus mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk menghasilkan karya, memperluas pengetahuan, berwirausaha, hingga menyebarkan kebaikan.

“Justru adik-adik harus menggunakan teknologi untuk berkarya, belajar, berwirausaha, berbagi kebaikan, dan memberikan manfaat,” ujar Vinanda.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi juga harus dibarengi dengan penguatan karakter. Nilai-nilai dalam Dasa Darma, menurutnya, tidak seharusnya berhenti sebagai hafalan yang diucapkan ketika upacara.

Nilai tersebut harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari sehingga mampu membentuk anggota Pramuka yang memiliki akhlak dan moral serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Menghayati Dasadarma bukan sekadar hafalan yang diucapkan ketika upacara, tetapi juga harus diamalkan agar setiap anggota Pramuka tetap memiliki akhlak dan moral yang berdaya guna,” katanya.

Pengamalan nilai-nilai kepramukaan itu kemudian diarahkan pada berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di antaranya kepedulian terhadap pangan dan lingkungan, pengembangan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi, hingga pemberdayaan potensi alam.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menerjemahkan tema Hari Pramuka ke-65, khususnya dalam mendukung swasembada pangan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pramuka Harus Dekat dengan Gen Z

Dorongan untuk membuat Pramuka semakin relevan juga datang dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Dr. Edy Herwiyanto, mengatakan geliat kegiatan kepramukaan di Kota Kediri mulai kembali tumbuh. Berbagai kegiatan dan perlombaan mulai dikemas dengan mempertimbangkan perkembangan zaman serta minat generasi muda.

Menurut Edy, Pramuka perlu memahami apa yang dekat dengan generasi saat ini, khususnya Generasi Z.

“Kondisi Pramuka Kota Kediri sudah bagus dan ini bergeliat, semangatnya mulai tumbuh lagi. Pramuka harus mengikuti yang kekinian, yang disukai oleh Gen Z,” ujarnya.

Semangat tersebut rencananya akan diterapkan melalui Jambore Hari Pramuka yang akan menghadirkan sejumlah perlombaan dengan konsep kekinian.

Meski format kegiatan dibuat lebih dekat dengan selera generasi muda, nilai-nilai dasar kepramukaan tetap menjadi pijakan. Dengan begitu, kreativitas diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi tetap dibarengi dengan pembentukan karakter.

Aisyah Buktikan Pramuka Bisa Dikemas Lewat Konten

Semangat memperbarui wajah Pramuka juga terlihat dari karya Aisyah Nurul Aini R., anggota Pramuka UIN Syarif Hidayatullah Kediri.

Aisyah berhasil meraih juara pertama lomba video vlog “Aku Bangga Menjadi Pramuka”. Melalui karyanya, ia mengangkat kehidupan Pramuka Pandega sekaligus memperlihatkan bahwa aktivitas kepramukaan dapat dikemas menggunakan media yang akrab dengan generasi muda.

Bagi Aisyah, menjadi Pramuka Pandega bukan lagi semata-mata tentang seberapa banyak kegiatan yang diikuti. Lebih dari itu, ukuran kebermanfaatan seorang Pramuka adalah seberapa besar kontribusi yang mampu diberikan kepada orang lain.

“Jadi di sini saya menjelaskan bagaimana bangganya saya menjadi Pramuka Pandega, yang di mana di tingkat Pandega sendiri ini sudah bukan lagi tentang sebanyak apa kegiatan yang saya ikuti, tetapi lebih ke seberapa besar saya bisa memberikan dampak untuk sesama,” ujarnya.

Menurut Aisyah, nilai-nilai Dasa Darma harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika seorang anggota Pramuka berinteraksi dengan masyarakat.

“Lebih ke bagaimana kita bersikap di masyarakat. Apalagi jiwa-jiwa Pramuka itu tentunya juga harus kita bawa ke ranah umum, ke masyarakat,” katanya.

Pengalaman tersebut juga membuat Aisyah melihat pentingnya pembaruan dalam kegiatan Pramuka. Ia menilai masih ada anggapan bahwa Pramuka merupakan kegiatan yang kuno, melelahkan, dan identik dengan aktivitas di luar ruangan yang kotor.

Karena itu, menurut dia, Pramuka perlu terus berinovasi agar mampu menjawab perkembangan zaman sekaligus tetap menarik bagi generasi muda.

Aisyah sendiri telah mengikuti Pramuka sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengaku mendapatkan manfaat berupa peningkatan rasa percaya diri serta kemampuan bersosialisasi.

Saat ini, Aisyah aktif sebagai Dewan Informasi dan Komunikasi di Racana Kiai Haji Hasyim Asy’ari Fatmawati.

Ia berharap momentum Hari Pramuka ke-65 dapat semakin memperkuat eksistensi Pramuka di tengah generasi muda. Pramuka, menurutnya, harus tetap menjadi ruang untuk berkembang dan berkarya sekaligus menumbuhkan kepedulian serta semangat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan penyambutan kontingen Jamnas di Kota Kediri kemudian ditutup dengan penampilan peserta Jamnas serta Drumband Genta Buana Brawijaya dari SMA Taruna Brawijaya Kota Kediri.

Penampilan tersebut menjadi penutup rangkaian acara sekaligus menambah kemeriahan peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kota Kediri. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dan mendukung pemerintah kota, terkait menyiapkan generasi emas yang berkualitas.

‘Kami telah menggelar sejumlah kegiatan bekerjasama dengan pemerintah kota, sebelumnya lomba voley antar pelajar dan kali ini Apel Akbar Pramuka,” ungkapnya.

Jurnalis: Anisa Fadila