KEDIRI – Malam yang semestinya berjalan biasa berubah menjadi duka di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Kediri. Deru kendaraan yang melintas seketika berganti kepanikan setelah sebuah mobil Hyundai Palisade diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan, Minggu malam.
Dalam insiden tersebut, seorang mahasiswi UIN Syekh Wasil, Fulan Zuleyka (19), meninggal dunia setelah mengalami luka berat. Dua korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.
Satlantas Polres Kediri Kota telah mengamankan pengemudi Hyundai Palisade bernomor polisi AG-55-SIS, Denny Wildan Saputra (16), warga Desa Ploso, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Remaja tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota, IPDA Andi Anang Fauzi Sulaiman, mengatakan kondisi pengemudi masih mengalami syok sehingga proses pemeriksaan akan dilakukan dengan pendampingan orang tuanya.
“Hingga saat ini pengemudi masih shock. Selanjutnya akan kami mintai keterangan dengan didampingi orang tuanya untuk kepentingan penyelidikan dan pendalaman penyebab pasti kecelakaan,” ujar IPDA Andi Anang.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Hyundai Palisade melaju dari arah selatan menuju utara. Sesampainya di depan Resto O’Seafood, kendaraan termasuk mobil mewah ini diduga menabrak sepeda motor Honda Scoopy AG-6027-VCA yang berada di depannya karena pengemudi kurang berkonsentrasi.
Benturan keras membuat mobil kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan. Kendaraan kemudian menghantam Toyota Avanza sebelum kembali menabrak Isuzu Panther yang berada di belakang Avanza.
Akibat rangkaian tabrakan tersebut, penumpang Honda Scoopy, Fulan Zuleyka, meninggal dunia setelah mengalami luka serius. Sementara pengendara Honda Scoopy serta seorang penumpang Isuzu Panther mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan medis.
Polisi telah melakukan olah TKP serta mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan sejumlah saksi juga telah dikumpulkan untuk mendukung proses penyelidikan.
“Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti, mengumpulkan rekaman CCTV, serta memeriksa sejumlah saksi,” kata IPDA Andi Anang.
Sementara itu, Denny Wildan Saputra tampak menghindari awak media saat berada di halaman Mako Satlantas Polres Kediri Kota. Dengan didampingi seorang pendamping, ia langsung berjalan menuju ruang penyidik tanpa memberikan keterangan.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan dan belum menetapkan status hukum pengemudi Hyundai Palisade. Kepastian mengenai langkah hukum selanjutnya akan disampaikan setelah penyelidikan rampung dan dilakukan gelar perkara.
Jurnalis: Sigit Cahya Setyawan



