KEDIRI – Aktivitas Car Free Day (CFD) di Jalan PB Sudirman, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, kembali dipadati masyarakat pada Minggu, bertepatan dengan masa libur sekolah. Kawasan bebas kendaraan yang membentang dari Stadion Canda Bhirawa hingga Taman Ringin Budho dan Alun-Alun Pare itu menjadi tujuan warga untuk berolahraga, berjalan santai, bersepeda, sekaligus berburu kuliner dari pelaku UMKM lokal.
Tingginya jumlah pengunjung turut memberikan dampak positif bagi para pedagang. Namun, di balik ramainya aktivitas tersebut, pengelola masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama terkait penataan lapak pedagang.
Salah satu pengurus paguyuban CFD Pare, Wawad, mengatakan kendala utama bukan berasal dari pengunjung, melainkan pergantian pedagang yang cukup sering terjadi. Menurutnya, sistem penempatan lapak bersifat fleksibel selama lokasi yang ditempati masih kosong.
“Permasalahan yang paling sering kami hadapi adalah pergantian pedagang. Sebenarnya tidak diperbolehkan, tetapi sulit untuk melarang. Jika pedagang lama berhenti berjualan selama beberapa bulan dan tempatnya ditempati pedagang baru, maka ketika pedagang lama kembali, pedagang baru harus mencari lokasi lain yang masih kosong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pedagang yang ingin berjualan tidak diwajibkan melalui prosedur khusus. Mereka hanya diminta memastikan lapak yang akan ditempati benar-benar kosong dengan berkoordinasi kepada pedagang di sekitar lokasi. Seluruh lapak juga disediakan tanpa biaya sewa.
Meski demikian, seluruh pedagang diwajibkan menjaga kebersihan area berjualan. Wawad mengungkapkan, persoalan sampah masih menjadi perhatian karena masih ditemukan pengunjung yang membuang sampah sembarangan meskipun para pedagang telah membersihkan area lapaknya masing-masing.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat untuk mengunjungi CFD terus meningkat, terutama dalam tiga pekan terakhir yang bertepatan dengan musim liburan.
“Jumlah pengunjung terlihat meningkat. Semakin banyak masyarakat yang datang, tentu peluang pedagang untuk berjualan juga semakin besar,” katanya.
Meski demikian, Wawad menilai peningkatan jumlah pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan omzet yang diperoleh seluruh pedagang karena tingkat penjualan setiap lapak berbeda-beda.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dapat memberikan perhatian lebih terhadap penyelenggaraan CFD, baik melalui peningkatan aspek keamanan maupun pembinaan bagi para pelaku UMKM.
“Harapannya CFD terus berlangsung dan pemerintah daerah bisa lebih terlibat, terutama dalam mendukung keamanan serta pembinaan bagi para pedagang,” tuturnya.
Keberadaan CFD Pare juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pelaku UMKM. Salah satunya Amanda Devira, pedagang dimsum yang baru sekitar dua pekan berjualan di kawasan tersebut.
Amanda mengaku berangkat dari rumah setiap Minggu sekitar pukul 05.30 WIB dan tiba di lokasi pukul 06.00 WIB. Seluruh perlengkapan usaha, mulai dari meja, kompor hingga bahan makanan, dibawa menggunakan mobil sebelum dirakit di lokasi.
Namun, sebagai pedagang baru, ia mengaku masih kesulitan mendapatkan lapak yang tetap.
“Kendalanya karena saya masih baru sehingga belum memiliki tempat tetap. Kalau pemilik lapak datang kembali berjualan, saya harus berpindah ke lokasi lain yang sedang kosong,” katanya.
Menurut Amanda, pendapatan yang diperoleh saat berjualan di CFD tidak jauh berbeda dibandingkan saat melayani pesanan dari rumah melalui promosi di WhatsApp. Besarnya omzet tetap bergantung pada jumlah pengunjung yang datang setiap pekan.
Ia berharap CFD Pare terus berkembang dan semakin ramai karena dinilai mampu membantu pelaku UMKM memperluas pasar sekaligus meningkatkan penjualan.
“Semoga CFD terus ada dan semakin berkembang karena sangat membantu UMKM memasarkan produk,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Rizky Akbar, mengaku rutin mengunjungi CFD Pare sekitar sebulan sekali. Pada kunjungannya kali ini, ia mengapresiasi beragam pilihan kuliner yang tersedia, termasuk menu seafood.
Meski demikian, Rizky berharap variasi makanan yang dijual ke depan semakin banyak sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan saat berkunjung ke CFD Pare.
Jurnalis: Yulita Dyah Kusumasari



