KEDIRI – Aktivitas warga di bantaran Sungai Brantas diprediksi meningkat malam ini menyusul kegiatan pladu atau flushing yang rutin digelar Pemerintah Kota Kediri bersama BPBD. Kegiatan ini dimulai pasca pembersihan Waduk Wlingi dan Lodoyo Selorejo di Kabupaten Blitar, dengan tujuan menjaga kapasitas tampung air dan mendukung irigasi, namun berpotensi menimbulkan arus deras dan risiko bagi masyarakat.
Apel gabungan siaga dipimpin (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari, meminta seluruh petugas tetap waspada menghadapi lonjakan debit air yang diperkirakan memasuki wilayah Kota Kediri sekitar pukul 18.00 WIB, saat gelap mulai turun. “Harapan kami tidak ada warga yang terpeleset atau mengalami insiden berbahaya,” tegasnya.
Sejumlah warga mulai memadati tepi sungai dengan membawa jaring untuk menangkap ikan. Pemerintah kota bersama petugas gabungan langsung menurunkan tim ke lapangan untuk memberikan imbauan keselamatan, terutama di titik rawan seperti jembatan baru, jembatan lama, hingga kawasan Masjid Agung.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menegaskan bahwa kegiatan pladu identik dengan debit tinggi, arus deras, dan air keruh. “Yang paling penting masyarakat harus berhati-hati. Aktivitas warga diperkirakan berlangsung hingga malam bahkan dini hari,” ujarnya.
BPBD juga telah menyosialisasikan keselamatan di sejumlah titik penyeberangan sungai, termasuk Manisrenggo dan Ngronggo, serta meminta penambang tambangan menghentikan operasional sementara jika debit meningkat.
Lebih dari 30 personel gabungan, terdiri dari BPBD, TNI, PMI, Rumah Zakat, dan RAPI, disiagakan untuk patroli dan pemantauan. Dua perahu lengkap dengan pelampung dan ban penyelamat siap digunakan untuk menangani insiden darurat. Relawan RAPI turut memberikan update real-time situasi di lapangan, sedangkan koordinasi dengan Jasa Tirta memastikan pembukaan pintu air terpantau.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan Halo 112 atau call center BPBD yang aktif selama pemantauan berlangsung. Kesiapsiagaan ini diperkirakan berlangsung hingga Selasa (19/5) pagi, memastikan keamanan warga tetap terjaga selama pladu berlangsung.



