foto : Wildan Wahid Hasyim

Uji Ketahanan Jembatan Kereta Api BH 613 Kediri Usai Dibangun

KEDIRI – Jembatan kereta api BH 613 di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, kini resmi menjalani uji fungsi penuh oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Senin (18/5/2026). Pengujian ini menjadi tahap krusial sebelum jembatan dinyatakan layak dan aman untuk operasional kereta api.

Dua lokomotif CC300 buatan PT INKA dengan total bobot mencapai 180 ton digunakan untuk menekan dan menguji kekuatan struktur jembatan secara bertahap. Lokomotif berhenti tepat di atas jembatan untuk memantau kelendutan dan respon struktur sesuai spesifikasi teknis DJKA.

PPK Kegiatan Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya, Lurianto Lukito, menjelaskan, pembangunan dan penggeseran Jembatan BH 613 dimulai pada 2024 dan rampung pada Februari 2025. “Jembatan BH 613 ini sudah mengalami pergantian total. Semua proses dari pembangunan hingga penggeseran selesai sesuai jadwal,” ungkap Lurianto di lokasi.

Sebelum uji fungsi, jembatan telah melewati tahap uji desain dan uji fisik, yang memastikan rancangan dan material memenuhi standar ketat. “Sekarang saatnya uji fungsi menggunakan lokomotif CC300. Ini menjadi penentu kelayakan jembatan untuk operasional,” jelasnya.

Dalam pengujian, tim teknis mengukur bagaimana struktur menahan beban maksimum. Hasilnya menjadi dasar penerbitan sertifikat kelayakan operasi. “Kalau lolos, BH 613 akan resmi bersertifikat dan siap dilintasi kereta api. Selanjutnya hanya ada uji berkala setiap empat tahun,” tambah Lurianto.

Jembatan tipe WTP 32 ini dirancang memiliki usia pakai lebih dari 50 tahun. Proyek ini juga mencakup normalisasi aliran sungai di bawah jembatan, termasuk pemasangan returning wall dan sheet pile beton, untuk mencegah dampak arus deras saat debit air meningkat.

BTP Kelas I Surabaya mengingatkan masyarakat agar tidak merusak atau mencuri komponen jembatan, karena keselamatan perjalanan kereta api dan pengunjung sangat tergantung pada kondisi struktur. “Silakan bersantai di sekitar jembatan, tapi jangan sampai ada vandalisme atau baut dicopot. Keselamatan orang banyak jadi taruhan,” tegas Lurianto.

Dengan rampungnya uji fungsi, BH 613 siap menjadi jalur aman kereta api di Kediri untuk dekade mendatang, sekaligus menjadi simbol modernisasi dan keselamatan transportasi perkeretaapian di Jawa Timur.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim