Jalan Kawi Ditutup Sementara, Solusi Banjir Mojoroto Mulai Digarap

KEDIRI – Aktivitas lalu lintas di Jalan Kawi, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, resmi terhenti total mulai hari ini, Selasa (5/5).

Penutupan ini menjadi bagian dari tahapan penting proyek pembangunan akses Tol Kediri–Tulungagung, khususnya pengerjaan saluran drainase yang ditargetkan tuntas paling lambat 25 Mei 2026.

Di balik penutupan ini, tersimpan upaya besar untuk menata ulang aliran air di wilayah barat Mojoroto. Humas PT Lancarjaya Mandiri Abadi, Alfi Yusron, menegaskan bahwa pembangunan drainase bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan solusi jangka panjang atas persoalan genangan yang selama ini kerap menghantui warga.

Saluran tersebut dirancang mengalirkan air dari kawasan rawan genangan, seperti Jalan Kawi Gang II dan Perumahan Mojoroto Indah, langsung menuju Sungai Brantas. Dengan demikian, risiko banjir di wilayah tersebut diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Selain pengerjaan drainase, proyek ini juga mencakup pelebaran Jalan Suparjan Mangun Wijaya. Namun, saat ini fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan saluran air sebagai langkah prioritas.

Semula, pengerjaan ditargetkan rampung dalam dua pekan. Namun, dinamika cuaca yang tak menentu memaksa kontraktor menyiapkan skenario hingga tiga minggu.

“Jika kondisi cuaca bersahabat, bukan tidak mungkin pekerjaan selesai lebih cepat. Kami akan segera menginformasikan begitu akses bisa dibuka kembali,” ujar Alfi.

Meski penutupan dilakukan, tidak semua jalur terdampak. Akses dari simpang empat Veteran menuju arah utara hingga jalan lintasan tetap dapat dilalui masyarakat.

Proyek akses tol Kediri–Tulungagung sendiri tetap berjalan sesuai rencana besar, dengan target penyelesaian akhir tahun 2026—sebuah langkah menuju konektivitas yang lebih baik dan masa depan mobilitas yang lebih tertata.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan