KEDIRI — Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, mulai menunjukkan kesiapan untuk beroperasi dan melayani kebutuhan warga, khususnya penyediaan sembako dengan harga lebih terjangkau.
Seiring penataan administrasi yang terus berjalan, pengurus juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar operasional koperasi dapat berjalan optimal. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan video conference percepatan pembangunan koperasi yang digelar di Gedung KKMP Ngronggo, Selasa (7/4/2026).
Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, menyampaikan bahwa progres pembangunan koperasi di wilayahnya terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total target 345 titik, sebanyak 97 titik telah rampung sepenuhnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap dibarengi dengan pengawasan kualitas, khususnya terkait spesifikasi material yang digunakan.
“Percepatan tidak boleh mengabaikan kualitas. Spesifikasi material harus tetap menjadi prioritas agar hasil pembangunan benar-benar optimal,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, dukungan sarana prasarana juga mulai digelontorkan. Pada tahap awal, sebanyak 36 unit truk operasional roda enam jenis Mitsubishi Fuso telah disalurkan. Ke depan, setiap gerai KKMP direncanakan dilengkapi kendaraan operasional serta fasilitas pendukung seperti rak, etalase, dan perlengkapan lainnya.
Namun demikian, pengembangan di wilayah perkotaan masih menghadapi tantangan keterbatasan lahan. Di Kota Kediri, baru tiga lokasi yang dapat dibangun, yakni di Kelurahan Ngronggo, Tosaren, dan Pojok.
Untuk progresnya, pembangunan di Tosaren telah mencapai sekitar 94 persen dan ditargetkan segera rampung. Sementara di Pojok masih berada pada kisaran 40 hingga 50 persen.
Secara keseluruhan, proyek pembangunan KKMP ditargetkan tuntas pada Juli 2026, dengan peluncuran dilakukan secara bertahap.
“Launching akan dilakukan bertahap. Untuk soft opening, kemungkinan pertengahan atau akhir bulan ini,” jelasnya.
Di tingkat kelurahan, kesiapan operasional mulai terlihat. Lurah Ngronggo, Achmad Koharudin, menyebut pengurus koperasi telah aktif mempersiapkan berbagai kebutuhan, meski masih memerlukan tambahan fasilitas penunjang.
“Dengan pengurus yang sudah aktif, kami optimistis koperasi ini bisa berjalan baik. Namun kami masih membutuhkan dukungan seperti rak, etalase, dan perlengkapan lainnya,” katanya.
Ketua KKMP Ngronggo, Eko Nugroho, menambahkan bahwa pihaknya saat ini fokus pada penguatan kelembagaan dan penataan administrasi, sekaligus menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain itu, strategi perluasan keanggotaan juga terus dilakukan. Hingga kini, jumlah anggota telah mencapai sekitar 150 orang, yang dihimpun melalui sosialisasi di tingkat RT/RW serta program tebus murah selama Ramadan.
Ke depan, koperasi diharapkan mampu menarik lebih banyak partisipasi warga. Dengan basis anggota yang semakin besar, layanan kebutuhan masyarakat dapat diperluas sekaligus meningkatkan sisa hasil usaha (SHU) bagi anggota.
“Daya tarik utama tentu harga yang lebih stabil dan lebih murah dibanding pasar. Selain itu, anggota juga akan mendapatkan SHU di akhir tahun,” ujarnya.
Meski operasional penuh masih menunggu kelengkapan fasilitas dan proses serah terima gedung, pengurus KKMP Ngronggo optimistis koperasi ini segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga.









