foto : Anisa Fadila

dari Kediri untuk Indonesia: 6 Tahun Mr. Su Basketball Academy Fokus Pembinaan Atlet

Bagikan Berita :

KEDIRI — Perayaan hari jadi ke-6 Mr. Su Basketball Academy yang digelar di GOR Jayabaya, Sabtu (4/4), berlangsung meriah dan sarat makna. Tak sekadar seremoni, momentum ini sekaligus menandai langkah strategis melalui kerja sama dengan CLS Surabaya untuk membuka peluang pembinaan lanjutan hingga beasiswa bagi atlet muda.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan tasyakuran serta halal bihalal yang diikuti para atlet, orang tua, dan jajaran pengelola akademi.

Pemilik Mr. Su Basketball Academy, Sugiyatno, menyebut peringatan ini menjadi refleksi perjalanan sekaligus pijakan untuk pengembangan ke depan. Dalam setahun terakhir, akademi ini aktif mengikuti berbagai kejuaraan di sejumlah kota seperti Surabaya, Salatiga, Blitar, dan Mojokerto, dengan torehan prestasi yang dinilai membanggakan.

“Capaian ini menjadi motivasi untuk terus mendorong anak-anak berkembang dan mampu berkontribusi lebih luas, baik di tingkat daerah hingga nasional,” ujarnya.

Sepanjang 2025, sejumlah gelar berhasil diraih di level Jawa Timur, mulai kelompok umur 10 hingga 15 tahun. Sementara di tingkat nasional, prestasi ditorehkan melalui posisi runner-up KU 14 putri di Semarang dan Salatiga, serta peringkat keempat pada ajang Next Gen di Surabaya yang diikuti klub dari berbagai kota besar di Indonesia.

Saat ini, Mr. Su Basketball Academy membina sekitar 150 hingga 200 peserta didik berusia 5 hingga 18 tahun. Tingginya partisipasi ini dinilai mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga bola basket sekaligus pentingnya pembinaan sejak usia dini.

Sugiyatno menegaskan, pengembangan tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya jago bermain, tapi juga memiliki karakter kuat,” katanya.

Dalam operasionalnya, kegiatan latihan didukung iuran bulanan sebesar Rp150 ribu yang digunakan untuk kebutuhan sewa fasilitas, pelatih, dan perlengkapan. Namun demikian, akses pembinaan tetap dibuka luas melalui program subsidi bagi peserta dari keluarga kurang mampu, bahkan hingga pembebasan biaya secara penuh.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembinaan, kerja sama dengan CLS Surabaya menjadi langkah konkret membuka jalur lanjutan bagi atlet berprestasi.

“Anak-anak yang naik jenjang sekolah berpeluang direkrut, dengan fasilitas pendidikan gratis, termasuk tempat tinggal dan kebutuhan harian,” jelas Sugiyatno.

Melalui kolaborasi dan pembinaan berkelanjutan tersebut, Mr. Su Basketball Academy optimistis dapat melahirkan lebih banyak atlet potensial sekaligus memperkuat geliat olahraga bola basket di Kota Kediri.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :