foto : Polres Kediri

Ledakan Mercon di Krecek Badas, Polisi Amankan Satu Tersangka Kabur di Jombang

KEDIRI – Kasus ledakan mercon yang terjadi di Dusun Pulorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, akhirnya menemui titik terang. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial MNB (22), warga setempat.

Tersangka ditangkap pada Selasa (31/3) dini hari di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, setelah sebelumnya sempat melarikan diri pascakejadian.

Peristiwa ledakan yang terjadi pada Jumat (20/3) sekitar pukul 20.00 WIB itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka berat, termasuk satu korban yang harus menjalani amputasi pada bagian tangan akibat luka serius.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kasatreskrim AKP Joshua P. Krisnawan menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan petugas, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga pemeriksaan sejumlah saksi.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa bahan peledak atau mercon tersebut dibeli dan diracik oleh tersangka,” ujar AKP Joshua.

Ledakan terjadi di pekarangan kebun bambu milik warga. Sejumlah saksi mengaku mendengar suara ledakan keras yang diikuti beberapa ledakan susulan. Tak lama berselang, korban ditemukan dalam kondisi luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ketiga korban diketahui mengalami luka bakar serius dan sempat menjalani perawatan medis di RS HVA Tulungrejo, Pare.

Dalam proses penyelidikan, terungkap bahwa tersangka sempat membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit usai kejadian. Namun setelah itu, ia melarikan diri hingga akhirnya berhasil dilacak dan diamankan oleh petugas.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tersangka membeli bahan petasan secara daring, kemudian meraciknya bersama para korban. Saat proses pengisian bahan ke dalam selongsong, tersangka sempat meninggalkan lokasi, dan ledakan terjadi tidak lama kemudian,” jelasnya.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain mercon aktif, selongsong petasan, sumbu, bubuk mercon, pipa paralon, serta peralatan yang digunakan untuk meracik bahan peledak. Selain itu, dua unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan pembelian bahan juga turut disita.

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak merakit bahan peledak secara mandiri karena berisiko tinggi dan dapat membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuat atau meracik bahan peledak sendiri. Selain melanggar hukum, hal ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” tegas AKP Joshua. (*)