Ratusan Warga Ikuti Balik Gratis Pemkot Kediri, Hemat Biaya hingga Tekan Risiko Arus Balik

KEDIRI — Antusiasme masyarakat terhadap program balik gratis pasca-Lebaran kembali terlihat tinggi. Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan memberangkatkan ratusan peserta menuju Jakarta dan Surabaya dalam program Angkutan Balik Gratis Tahun 2026/1447 Hijriah, Selasa (24/3), dari Terminal Tamanan.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Toha, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memfasilitasi warganya yang kembali ke perantauan usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.

“Hari ini kita melepas arus balik sebagai wujud perhatian Pemerintah Kota Kediri kepada masyarakat yang kembali untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini tidak hanya berfungsi meringankan beban biaya perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menekan kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan selama arus balik. Seluruh peserta, kata dia, telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, sementara armada yang digunakan dipastikan dalam kondisi prima dan laik jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arif Kolisolin Yuswanto, menambahkan, total peserta tahun ini mencapai 200 orang. Rinciannya, 150 orang menuju Jakarta dan 50 orang ke Surabaya.

“Program ini kami prioritaskan bagi warga Kota Kediri. Namun untuk rute Jakarta, juga terbuka bagi warga luar daerah yang sedang berada di Kediri,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh armada telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis, termasuk melalui uji kelayakan kendaraan atau ram check sebelum diberangkatkan.

Sebagai bentuk peningkatan layanan, peserta tujuan Jakarta juga mendapatkan fasilitas konsumsi selama perjalanan. Pemerintah berharap program ini tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan arus balik yang lebih aman dan tertib.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya, Isnan Munawar, warga Jakarta yang tengah bersilaturahmi di Kediri. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas tersebut, terutama di tengah tingginya biaya transportasi saat musim arus balik.

“Ini sangat membantu, apalagi sekarang arus balik sedang ramai dan biaya perjalanan cukup mahal, terlebih jika bersama keluarga,” ungkapnya.

Isnan kembali ke Jakarta bersama istri dan lima anaknya. Ia mengaku telah dua kali memanfaatkan program ini dan menilai pelayanan yang diberikan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

jurnalis : Anisa Fadila