foto : Wildan Wahid Hasyim

Hangatnya Ramadan: Kajari Berbagi dan Bangun Harapan Anak Asuhan

KEDIRI — Momentum Ramadan dimanfaatkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri untuk menebar kepedulian. Melalui kegiatan bakti sosial dilakukan Korps Adhyaksa di Panti Asuhan Darul Aitam, memancarkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa kental.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kajari Kabupaten Kediri, Ismaya Hera Wardanie, yang menyerahkan bantuan paket sembako guna mendukung kebutuhan sehari-hari anak-anak panti.

Ismaya menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk perhatian yang secara konsisten dilakukan sekaligus melanjutkan tradisi positif dari pimpinan sebelumnya.

“Kami ingin tetap hadir dan berbagi dengan adik-adik di sini, apalagi di momen Ramadan. Ini bagian dari keberlanjutan kegiatan yang sudah berjalan,” ujarnya.

Di hadapan anak-anak panti, Ismaya juga memberikan motivasi agar terus menjaga semangat belajar sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.

“Mereka harus tetap optimistis dan tidak merasa berbeda. Kesempatan untuk sukses itu sama, yang penting terus belajar dan berusaha,” tegasnya.

Selain itu, ia turut menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, ruang digital kerap menjadi celah bagi pihak tak bertanggung jawab untuk mempengaruhi anak-anak.

“Media sosial bisa menjadi pintu masuk hal-hal negatif. Terutama bagi anak perempuan, ketika sudah merasa dekat dengan seseorang, bisa dengan mudah terpengaruh hingga keluar dari lingkungan yang aman,” pesannya mengingatkan.

Kehadiran rombongan Kejari Kediri disambut hangat oleh pengasuh panti, Siti Nafiah. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang terus mengalir setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sekitar 30 anak yang kami asuh,” ungkapnya.

Siti menjelaskan, Panti Asuhan Darul Aitam yang berdiri sejak 2006 menampung anak-anak dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Pulau Jawa. Selama Ramadan, kegiatan anak-anak difokuskan pada pembinaan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian kitab, serta salat tarawih berjamaah.

Di sisi lain, pihak panti juga menaruh perhatian besar pada pendidikan formal dan pengembangan keterampilan. Anak-anak didorong menempuh pendidikan hingga tingkat SMA, dengan tambahan pembelajaran seperti matematika, bahasa Inggris, serta pendidikan agama.

“Kami ingin mereka tidak hanya berilmu, tetapi juga mandiri saat terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan panti secara langsung, tetapi juga menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, dan harapan baru bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim