KEDIRI — Kegiatan sosialisasi yang digelar DPRD Kota Kediri berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Selain menyampaikan informasi kebijakan pemerintah daerah, acara tersebut juga dirangkai dengan santunan anak yatim serta buka puasa bersama yang melibatkan tokoh lintas agama dan unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimca) Mojoroto.
Kegiatan yang diinisiasi anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar, Andayani Nur Hidayati, itu digelar di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Senin (16/3). Acara tersebut dihadiri sekitar 600 undangan, mulai dari unsur pemerintah, aparat keamanan hingga masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, Danramil Mojoroto Kapten Mulyono, Camat Mojoroto Abdul Rahman, Sekretaris Bappeda Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno, para ketua RT, ketua RW, serta perwakilan warga se-Kecamatan Mojoroto.
Acara diawali dengan pemberian santunan kepada 25 anak yatim, dilanjutkan pemaparan kebijakan pembangunan daerah oleh Bappeda Kota Kediri. Suasana kebersamaan semakin terasa saat tausiyah keagamaan disampaikan menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam sambutannya, Andayani yang akrab disapa Bunda Andayani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kerja sama dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah, serta aparat TNI dan Polri sangat penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung tercapainya berbagai program nasional.
“Harapannya semua bisa membaur dengan masyarakat sehingga apa yang diharapkan pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dapat menyatu dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus mendukung cita-cita yang diharapkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi Ramadan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi terkait kebijakan pemerintah daerah yang tengah mengalami sejumlah penyesuaian.
Bunda Andayani menilai penting bagi masyarakat untuk memperoleh penjelasan langsung dari pemerintah agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap perubahan kebijakan yang sedang berjalan.
“Meski dengan keterbatasan anggaran, kami tetap berupaya semaksimal mungkin,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan dukungan terhadap program penilaian Kelurahan Berseri tingkat mandiri, salah satunya melalui pengadaan rak pemantauan bagi RT yang menjadi titik pantau lingkungan. Bantuan tersebut direncanakan akan diserahkan pada akhir Maret.
Tak hanya itu, kawasan RW 4, RW 5, dan RW 6 Kelurahan Bandar Lor juga direncanakan dikembangkan sebagai Wisata Kampung Lele. Konsep ini mengintegrasikan pengolahan sampah rumah tangga dengan budidaya lele serta pengembangan produk olahan bernilai ekonomi.
Menurutnya, sebagian warga telah memulai usaha tersebut sehingga diharapkan ke depan dapat memperoleh dukungan lebih lanjut dari program pemerintah pusat.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kota Kediri Tetuko Erwin Sukarno menjelaskan bahwa mulai tahun 2026 terdapat perubahan kebijakan dalam pengelolaan anggaran daerah.
Ia menyebutkan, APBD Kota Kediri mengalami pengurangan, sehingga pemerintah kota harus lebih selektif dalam menentukan prioritas program pembangunan.
Program yang diprioritaskan antara lain perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah negeri, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Perubahan kebijakan tersebut juga berdampak pada mekanisme penyaluran bantuan usaha kepada masyarakat.
Jika sebelumnya bantuan banyak disalurkan melalui kelompok masyarakat atau pokmas, mulai tahun 2026 bantuan tersebut tidak lagi menggunakan mekanisme tersebut.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan usaha atau bantuan modal harus mendaftar secara langsung,” jelas Tetuko.
Sebagai pengganti skema lama, bantuan akan diberikan dalam bentuk paket peralatan usaha yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima, seperti peralatan bakery, bengkel, hingga peralatan usaha lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Mojoroto menegaskan jika Pemerintah Kota Kediri juga memprioritaskan penerima bantuan dari kelompok masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 5 dalam Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Melalui sosialisasi ini, kami atas nama pemerintah kota berharap, masyarakat dapat memahami perubahan kebijakan yang berlaku sekaligus tetap memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Abdul Rahman.



