foto : Anisa Fadila

Youth Fest Kota Kediri 2025: Bara Semangat Pemuda Bergerak Bersatu di Panggung Selomangleng

KEDIRI — Di bawah rindang pepohonan kawasan wisata Selomangleng, udara Minggu (2/11) pagi terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena terik matahari, melainkan karena semangat ratusan anak muda yang berkumpul dalam Youth Fest Kota Kediri 2025. Musik, tawa, dan tepuk tangan berpadu jadi satu irama — nada-nada optimisme dari generasi yang memilih bergerak, bukan menunggu.

Dengan tema “Pemuda-Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu,” ajang ini lebih dari sekadar pesta seni. Ia menjadi simbol perjumpaan: antara kreativitas dan kebersamaan, antara tradisi dan inovasi. Di sini, anak muda Kediri tak hanya tampil — mereka menyuarakan jati diri, memamerkan karya, dan menyalakan kembali makna Sumpah Pemuda dalam bentuk paling segar.

Ruang untuk Bergerak, Tempat untuk Berarti

foto : Anisa Fadila

Dalam sambutan yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, H. Bambang Priyambodo, mewakili Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, pesan yang mengemuka jelas: Youth Fest bukan panggung hiburan semata. Ia adalah bentuk nyata dari tekad Kota Kediri untuk tumbuh bersama generasi mudanya — lewat ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah sinergi dalam membangun Kota Kediri yang mapan melalui kegiatan ekonomi kreatif yang mendukung visi dan misi Kota Kediri, terutama program Kediri City Tourism,” ujar Abah BP, dengan nada yang sarat kebanggaan.

Bagi pemerintah kota, kegiatan seperti ini adalah cara paling alami untuk menumbuhkan cinta kota: bukan lewat slogan, tapi lewat karya dan kolaborasi.

Energi Muda yang Menyala

Hari itu, sebelas penampilan silih berganti menghidupkan suasana. Dari denting gamelan yang mengiringi tari tradisional, hentakan langkah pesilat, hingga kelincahan gerak atlet wushu, semua berpadu dalam satu kesatuan yang memikat.

Salah satu peserta, Cici Oktavia dari Sanggar Kridasetyatama SMKN 1 Grogol, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

“Semoga acara seperti ini terus diadakan, biar kami bisa terus belajar dan melestarikan budaya,” katanya dengan senyum yang menular.

Di antara penonton, ada keluarga, sahabat, dan warga kota yang datang sekadar untuk menikmati suasana. Tapi di wajah mereka, terpancar rasa kagum yang sama — kebanggaan melihat anak muda Kediri berdiri di atas panggung dengan kepala tegak dan hati berani.

Puncak Malam Harmoni yang Menggetarkan

foto : Anisa Fadila

Menjelang malam, panggung utama berubah jadi lautan cahaya. Jesicca Novalia dan Silvy Kumalasari tampil memukau menutup rangkaian acara. Suara mereka menyapu udara Selomangleng yang kian sejuk, meninggalkan gema yang hangat di dada penonton.

Tepuk tangan panjang mengiringi penutupan malam itu. Tidak ada kembang api, tapi semangat yang membara terasa cukup untuk menyalakan langit Kediri.

Semangat yang Tak Padam

Youth Fest Kota Kediri 2025 bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan kisah masa lalu, melainkan denyut kehidupan yang terus berulang — setiap kali anak muda memilih berkarya, berbagi, dan percaya pada sesamanya.

Generasi ini tidak menunggu giliran. Mereka menciptakannya sendiri.
Dan dari bawah langit Selomangleng, mereka membuktikan: Kediri tidak kekurangan cahaya — karena api muda selalu menyala di dalamnya.

jurnalis : Anisa Fadila
Kami atas nama PT. Kediri Panjalu Jayati menyampaikan terkait Penggunaan Ulang Karya Jurnalistik Tanpa Izin, UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kami mengingatkan bahwa setiap konten berita yang diterbitkan oleh kediritangguh.co merupakan karya cipta yang dilindungi undang-undang. Oleh karena itu, setiap bentuk penggandaan, pengutipan penuh, maupun publikasi ulang tanpa izin melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana.