KEDIRI – Menindaklanjuti surat masuk, DPRD Kota Kediri menggelar pembahasan terkait Fraksi PAN dan Fraksi NasDem dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD), pada Senin (24/02). Pertemuan digelar secara tertutup ini, dipimpin Ketua DPRD Firdaus dengan dihadiri para dua anggota fraksi.
Dikonfirmasi usai rapat, Firdaus menjelaskan bahwa pihaknya telah membuat surat undangan terkait rapat pembahasan AKD melalui sekretariat dewan.
“Undangan kita buat tiga hari yang lalu. Yang jelas saat saya tandatangani, saya perintahkan segera untuk didelegasikan ke seluruh anggota dewan. Kami sekian lama belum masuk ke alat kelengkapan. Kami bekerja bukan tidak bekerja. Setiap hari kami selalu mengunjungi masyarakat yang mana itu konstituen kami. Jangan kemudian dibilang makan gaji buta,” jelas ketua dewan.
Bahkan ditegaskan Firdaus, dia juga memberikan perintah khusus kepada Sekwan agar surat ini diserahkan langsung.
“Terkait belum delegasi atau sudah delegasi silahkan konfirmasi ke sekwan, bisa ditanyakan. Termasuk saya perintahkan, kalau memberi surat jangan ditaruh di pintu. Kalau di bawah pintu akan hilang dan harus ada tanda terimanya. Saya sebagai Ketua DPRD ingin sekali segera bekerja secara maksimal untuk mengawal program wali kota, karena programnya itu harus dikawal sampai ke masyarakat. Kita tugasnya mendampingi masyarakat. Institusi yang kerja dengan baik maka sampai ke masyarakat dengan baik,” jelasnya.
Kak Ido sapaan akrabnya, juga menyampaikan bahwa sesuai saran Ketua DPD PAN Kota Kediri diminta untuk dewasa dalam berpolitik. Termasuk pihaknya juga telah mengawal Vinanda dan Gus Qowim saat pelantikan hingga di acara retret.
Ketika ditanya apakah PAN berkeinginan menduduki jabatan dalam AKD?
“Kami menempati sisa saja. Mau tidak mau harus setuju karena keburu tidak bisa kondusif bekerja. Kalau kami tidak masuk komisi, bagaimana kami mau melakukan yang namanya evaluasi dari mitra kami,” terangnya.
Ditambahkan Ricky Dio Febrian, anggota Fraksi PAN, bahwa surat undangan ini sengaja tidak dibagikan karena adanya sabotase dari unsur pimpin.
“Karena ternyata salah satu pimpinan sebut saja wakil 1 memerintahkan kepada Sekwan, meminta untuk tidak menyebarkan. Saya bukan memfitnah tapi coba tanya ke Sekwan. Enam bulan PAN dan Nasdem tidak masuk AKD. Padahal ketua DPD kami, Mas Abu Bakar dengan sangat tegas siap membantu visi misi Wali Kota baru Mbak Vinanda. Lalu kenapa fraksi PAN diboikot?,” ucap Dio sapaan akrabnya.
Dio pun menganggap masyarakat sudah pintar dan bisa menilai. Dia pun merinci jika PAN merupakan partai pemenang, meraih 5 kursi cuma dapat 1 jabatan di Banggar. “Ada yang dapat 3 kursi namun dapat 2 jabatan di Banggar. Ada yang dapat 2 kursi mendapatkan jabatan ketua komisi. Ada yang sama dengan PAN, meraih 5 kursi mendapatkan 2 jabatan di Banggar dan 1 jabatan ketua komisi,” tegasnya.
Terkait boikot surat undangan, Sekwan Rahmad Hari Basuki memilih enggan berkomentar. Namun dia membenarkan jika surat tersebut tidak disampaikan kepada semua anggota dewan.
Menyikapi tudingan ditujukan kepada dirinya, Sudjono Teguh Widjaja selaku Wakil Ketua DPRD Kota Kediri memilih enggan berkomentar. “Saya baiknya tidak berkomentar dan tidak ingin terjadi kegaduhan di internal dewan,” ungkapnya.
Namun perlu diketahui, bahwa Walikota Kediri Vinanda Prameswati tercatat sebagai kader Partai Golkar. Sebelum maju sebagai calon walikota, telah menyatakan bergabung dengan partai berlogo pohon beringin ini. Secara organisasi, tentunya bakal patuh pada aturan partai yang telah mengikatnya.
Jurnalis : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









