foto : Anisa Fadila

Tongkat Komando Berpindah, SMA Taruna Brawijaya Siap Lanjutkan Tradisi Cetak Pemimpin Berkarakter

Bagikan Berita :

KEDIRI — Kepemimpinan di SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur resmi berganti. Setelah lebih dari sepuluh tahun mengabdi dan membangun fondasi pendidikan berbasis ketarunaan, Eko Agus Suwandi menuntaskan masa tugasnya sebagai kepala sekolah.

Estafet kepemimpinan selanjutnya diserahkan kepada Nikmatus Sahadah yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMA Taruna Brawijaya Jawa Timur. Prosesi serah terima jabatan dan pisah sambut digelar pada Senin (12/1) di Auditorium R. Soewandi, Kota Kediri.

Pergantian kepemimpinan ini menandai kesinambungan arah pendidikan di SMA Taruna, sekolah yang tidak hanya menargetkan prestasi akademik, tetapi juga menitikberatkan pembentukan karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa sekolah Taruna memiliki karakter dan standar kepemimpinan yang berbeda dibandingkan sekolah reguler. Hal ini karena peran strategisnya dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa.

“Sekolah Taruna adalah kawah candradimuka calon pemimpin bangsa. Kepemimpinannya harus dijaga kualitas dan keberlanjutannya, serta dipimpin oleh sosok yang kuat, inovatif, dan visioner,” ujar Aries dalam sambutannya.

Menurutnya, penunjukan PLT dilakukan karena kepala sekolah definitif harus melalui sejumlah tahapan administratif dan seleksi. Selama masa transisi tersebut, PLT diharapkan mampu menjaga stabilitas manajemen sekolah sekaligus melanjutkan penguatan prestasi dan karakter Taruna.

Aries juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berdampak nyata, mengingat ketatnya seleksi peserta didik serta capaian lulusan SMA Taruna yang banyak menembus perguruan tinggi dan sekolah kedinasan, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kebersihan, kerapian, serta penataan lingkungan sekolah yang terkonsep dan berkelanjutan. Menurutnya, SMA Taruna harus memiliki perencanaan yang jelas sebagai lembaga pendidikan berkarakter kawah candradimuka, sehingga setiap pembangunan berjalan terarah dan terukur.

Ruang Strategis Kepemimpinan

foto : Anisa Fadila

Fondasi kepemimpinan yang kini dilanjutkan tersebut dibangun melalui pengabdian panjang Eko Agus Suwandi. Seiring promosi jabatannya sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko menegaskan bahwa SMA Taruna Brawijaya bukan sekadar institusi pendidikan formal.

“Sekolah ini adalah ruang strategis pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda. Terima kasih atas kebersamaan, loyalitas, dan kerja sama seluruh keluarga besar SMA Taruna,” tutur Eko.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa serta sinergi dengan TNI Angkatan Darat yang selama ini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan ketarunaan di sekolah tersebut.

Melanjutkan estafet kepemimpinan, Nikmatus Sahadah menyatakan kesiapannya menjaga amanah dan memperkuat sistem pendidikan Taruna agar tetap relevan dengan tantangan zaman. Ia memandang SMA Taruna sebagai institusi strategis dalam mencetak generasi unggul secara akademik, tangguh secara fisik dan mental, serta matang dalam kepemimpinan.

“Penugasan ini menjadi tantangan tersendiri karena karakter SMA Taruna berbeda dengan sekolah lain. Ada patokan-patokan khusus, baik dalam pembelajaran maupun pembentukan karakter,” ujar Nikmatus.

Nikmatus merupakan putri daerah Kediri, lulusan Pendidikan Kimia IKIP Malang dan Magister Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya. Kariernya di dunia pendidikan dimulai sebagai guru kimia pada 2006, sebelum dipercaya memimpin SMK Negeri 1 Grogol pada 2022 dan SMK Negeri 2 Kediri pada 2024.

Meski tidak berlatar belakang dunia ketarunaan, sejak menerima SK penugasan per 1 Januari 2026, Nikmatus aktif mendalami sistem, petunjuk teknis, serta kultur pendidikan Taruna, termasuk pola pembentukan karakter di luar kegiatan belajar mengajar.

Saat ini, ia masih menjalankan tugas rangkap sebagai kepala sekolah definitif di SMK Negeri 2 Kediri. Dalam waktu dekat, fokus kepemimpinannya diarahkan pada pendampingan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi dan sekolah kedinasan sejak tahap awal.

Dengan pengalaman manajerial yang dimiliki, Nikmatus optimistis dapat mengadaptasi prinsip kepemimpinannya—membangun kolaborasi guru dan siswa untuk meraih prestasi—sesuai karakter SMA Taruna, sebagaimana keberhasilannya membawa sekolah yang ia pimpin menorehkan prestasi di tingkat nasional.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :