foto : Nanang Priyo Basuki

Sudjoko Adi Poerwanto Ingin Ubah Wajah PSHT: Humanis dan Berprestasi, Tak Ada Lagi Kekerasan Saat Latihan!

KEDIRI — Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Sudjoko Adi Poerwanto, menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan persilatan yang damai, humanis, dan bebas kekerasan. Pernyataan itu disampaikan saat Kota Kediri menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pengesah Warga PSHT Tingkat II se-Jawa Timur, Jumat (16/5).

Kegiatan yang berlangsung di Padepokan PSHT Kota Kediri, Jalan Margotani Nomor 16, kawasan Lapangan Banteng Kelurahan Sukorame, menjadi momentum memperkuat kembali nilai utama Persaudaraan Setia Hati Terate, yakni persaudaraan dan pembentukan manusia berbudi luhur.

Sudjoko Adi Poerwanto yang juga anggota DPRD Kota Kediri menyebut padepokan tersebut telah mendapat pengakuan resmi dari pemerintah dan kini menjadi perhatian masyarakat meski baru berdiri sekitar enam bulan.

“Padepokan ini resmi diakui pemerintah dan alhamdulillah sudah dikenal luas meskipun usianya masih relatif baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Kangmas Joko tersebut mengajak seluruh warga PSHT menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan antaranggota maupun dengan masyarakat luas.

“Melalui persaudaraan inilah kita bisa benar-benar mewujudkan semangat ‘Sedulur Saklawase’,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menghindari konflik dan menjaga kedamaian, baik saat latihan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya sejak awal menyampaikan, jika dipercaya menjadi Ketua Cabang, ada dua hal yang harus dijalankan bersama. Pertama, tidak boleh ada konflik dan semua harus mengedepankan perdamaian,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kangmas Joko secara tegas melarang segala bentuk kekerasan dalam proses latihan terhadap siswa PSHT. Menurutnya, para siswa merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan dibina dengan baik.

“Kita tidak boleh merendahkan atau melakukan kekerasan kepada siswa. Mereka adalah harapan bangsa dan negara. Tidak boleh ada lagi tindakan yang menyebabkan cedera apalagi sampai menghilangkan nyawa saat latihan,” ungkapnya.

Ia memastikan budaya senioritas yang berujung kekerasan tidak akan ditoleransi selama kepemimpinannya di PSHT Cabang Kota Kediri.

Selain membangun suasana latihan yang aman dan nyaman, pihaknya juga berkomitmen mendukung prestasi akademik maupun cita-cita para siswa melalui pengaturan jadwal latihan yang lebih tertib dan terarah.

“Kami ingin latihan tetap berjalan baik tanpa mengganggu masa depan para siswa,” pungkasnya.

jurnalis : Nanang Priyo Basuki