Seragam Gratis SD-SMP di Kota Kediri Belum Dibagikan, Orang Tua Terpaksa Beli Sendiri

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Bantuan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kota Kediri untuk tahun ajaran 2026/2027 belum juga disalurkan. Akibatnya, sejumlah siswa masih mengenakan seragam dari sekolah sebelumnya. Orang tua pun harus mengeluarkan biaya tambahan ketika pakaian anak sudah tidak lagi muat.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di SDN Ngronggo 4 Kota Kediri. Kepala sekolah, Widayati, mengatakan pihaknya telah mengisi data melalui tautan yang disediakan. Namun, hingga Senin (12/10), sekolah belum memperoleh kepastian mengenai jadwal penyaluran bantuan.

Di tengah ketidakjelasan tersebut, sejumlah wali murid memilih membeli seragam sendiri agar anak-anak tetap dapat bersekolah dengan pakaian yang layak dan sesuai ukuran. Widayati menegaskan, pembelian seragam secara mandiri itu bukan kewajiban yang dibebankan pihak sekolah.

“Meskipun saya tidak mewajibkan, mereka berinisiatif membeli sendiri,” ujar Widayati saat dikonfirmasi di sekolahnya, Senin (12/10).

Selain persoalan waktu penyaluran, Widayati menyoroti bentuk bantuan seragam merah putih yang diberikan berupa kain, bukan pakaian jadi. Menurut dia, skema tersebut berpotensi menyulitkan orang tua karena kain masih harus dijahit agar dapat digunakan siswa.

Persoalan lain muncul apabila kain baru dijahit beberapa tahun kemudian, ketika anak membutuhkan seragam baru. Selama disimpan, kain juga berisiko mengalami perubahan warna. Orang tua pun perlu mencari penjahit dan menyesuaikan ukuran pakaian dengan kebutuhan anak.

Sementara itu, untuk seragam olahraga, sebagian siswa masih menggunakan pakaian dari taman kanak-kanak (TK) selama ukurannya masih cukup. Widayati berharap bantuan berikutnya dapat diberikan dalam bentuk pakaian jadi sehingga siswa bisa langsung menggunakannya tanpa menambah beban dan kerepotan orang tua.

Siswa SMP Masih Mengenakan Seragam SD

Persoalan serupa dialami siswa kelas VII SMPN 7 Kota Kediri. Hingga kini, sekolah tersebut belum menerima bantuan seragam lengkap. Kiriman yang datang sebelumnya baru berupa atribut, sedangkan pendistribusiannya masih menunggu instruksi lebih lanjut.

Jumlah siswa kelas VII di sekolah itu mencapai 320 anak. Sebagian di antaranya masih mengenakan seragam SD karena ukurannya masih memadai. Namun, siswa yang seragamnya sudah kekecilan harus membeli pakaian baru menggunakan biaya sendiri.

“Anak-anak masih memakai baju SD. Ada yang masih cukup, ada juga yang sudah tidak cukup, sehingga orang tuanya membelikan sendiri,” ungkap pihak sekolah.

Untuk kebutuhan seragam olahraga, siswa juga masih mengandalkan pakaian dari jenjang SD. Pihak sekolah menyatakan tugasnya sebatas menerima dan menyalurkan bantuan sesuai arahan. Karena itu, distribusi seragam maupun atribut masih menunggu petunjuk lebih lanjut.

Distribusi Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Di tengah penantian sekolah dan orang tua, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Agung Purnomo, menyampaikan bahwa seragam bantuan sebenarnya telah siap. Namun, penyalurannya masih menunggu hasil pengujian kualitas dari laboratorium di Yogyakarta.

“Untuk pembagian menunggu hasil lab uji kualitas di Jogja,” kata Agung.

Menurut perkiraan yang disampaikannya, distribusi seragam dapat dimulai pada akhir pekan depan apabila hasil pengujian menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi standar. Meski demikian, jadwal itu belum bersifat pasti karena masih bergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, belum memberikan keterangan mengenai jadwal resmi penyaluran bantuan seragam gratis bagi siswa baru tersebut.

Dengan demikian, sekolah dan orang tua masih harus menunggu kepastian distribusi, sementara kebutuhan seragam yang sesuai ukuran tetap harus dipenuhi agar kegiatan belajar siswa tidak terganggu.

Jurnalis: Anisa Fadila