KEDIRI – Aksi unjuk rasa dari kelompok yang menamakan diri Solidaritas Masyarakat Kediri Peduli di depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri, memunculkan sorotan tajam terhadap dugaan perlakuan berbeda dalam razia truk di wilayah tersebut. Massa aksi menyoroti dugaan adanya perlakuan istimewa terhadap armada milik perusahaan besar, salah satunya Irfai Group, yang disebut-sebut kerap lolos dari razia oleh Satlantas Polres Kediri.
Menanggapi tudingan itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri, Iptu Sujadi, dengan tegas membantah adanya diskriminasi dalam penindakan. Ia memastikan bahwa semua pengendara, tanpa terkecuali, mendapat perlakuan yang sama sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.
“Kami tidak pernah membeda-bedakan. Siapapun, selama mengikuti aturan, silakan saja. Tapi kalau melanggar, siapapun itu tetap akan kami tindak,” ujar Iptu Sujadi.
Sementara itu, dari pihak Irfai Group, Heru Sunarwan selaku Humas perusahaan turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa perusahaannya menerapkan sistem pengawasan internal yang ketat untuk memastikan semua sopir mematuhi aturan. Bahkan, ada sanksi tegas yang diberlakukan untuk setiap pelanggaran.
“Kalau sopir tidak menggunakan terpal, langsung didenda Rp250 ribu. Kami sangat ketat dalam pengawasan. Ini bagian dari upaya perlindungan kami sendiri,” jelas Heru.
Tak hanya itu, Irfai Group juga memasang sistem GPS di setiap armadanya untuk memantau kecepatan kendaraan secara real-time. Jika sopir terbukti melanggar batas kecepatan, maka mereka akan dikenakan sanksi berupa skorsing kerja selama satu minggu.
“Kalau ada pelanggaran seperti menerobos marka atau lampu merah dan terekam ETLE, itu sudah jadi tanggung jawab sopir karena SOP-nya jelas,” tambahnya.
Sebagai bentuk pengawasan ekstra, Irfai Group juga memiliki tim inspektor lapangan yang memantau aktivitas sopir secara diam-diam. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua kendaraan perusahaan benar-benar mematuhi aturan di lapangan.
Dengan penjelasan ini, pihak kepolisian maupun Irfai Group berharap masyarakat bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh dan obyektif, serta mendorong semua pihak untuk tetap menjunjung tinggi aturan dan keselamatan di jalan raya.
jurnalis : Rohmat Irvan Afandi