RSUD Kilisuci Kota Kediri Terbuka Terima Keluhan Warga, Kebersihan hingga Parkir Jadi Sorotan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Kebersihan lingkungan, keterbatasan lahan parkir, hingga kenyamanan fasilitas menjadi sejumlah persoalan yang disoroti masyarakat dalam Forum Konsultasi Publik RSUD Kilisuci Kota Kediri, Rabu (14/10). Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi manajemen untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi warga.

Direktur RSUD Kilisuci Kota Kediri, dr. Qoirida Vinahari, Sp.PK, mengatakan forum yang digelar di Ruang Kendedes itu menjadi sarana bagi rumah sakit untuk mengukur kualitas pelayanan berdasarkan pengalaman langsung masyarakat.

Menurut dia, evaluasi internal perlu dilengkapi dengan kritik dan saran dari pengguna layanan. Dengan demikian, kekurangan yang belum teridentifikasi dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

“Apakah pelayanan yang kita berikan sudah sesuai dengan SOP atau standar pelayanan yang ditentukan, atau nanti ada masukan-masukan dari masyarakat untuk perbaikan kita,” ujar Qoirida.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kebersihan lingkungan rumah sakit. Qoirida mengakui masih terdapat hal yang perlu dibenahi. Manajemen akan mengevaluasi kinerja penyedia jasa pihak ketiga yang menangani kebersihan sekaligus menelusuri kemungkinan adanya persoalan dari sisi internal.

Keterbatasan area parkir yang dinilai kurang luas dan belum dilengkapi atap juga menjadi catatan. Selain itu, rumah sakit akan menindaklanjuti masukan mengenai standar pelayanan, termasuk pemisahan dokumen yang dapat diakses publik dan dokumen yang hanya digunakan untuk kepentingan internal.

Qoirida menegaskan, peningkatan mutu pelayanan tidak cukup hanya berfokus pada aspek medis. Kenyamanan fasilitas, keramahan petugas, serta kelengkapan sarana dan prasarana juga menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pasien.

“Kita ingin melayani dengan sepenuh hati, memuaskan masyarakat, memberikan pelayanan yang baik, ramah, sopan, dan santun, serta melengkapi sarana dan prasarana yang diinginkan masyarakat agar kita bisa melayani dengan baik dan paripurna,” katanya.

RSUD Kilisuci Tambah Layanan Spesialis

Di samping pembenahan fasilitas, RSUD Kilisuci juga memperluas layanan medis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada 2026, rumah sakit tersebut telah membuka layanan spesialis paru sejak Juni, kemudian disusul layanan spesialis jantung dan saraf pada Agustus.

Pengembangan layanan itu direncanakan berlanjut pada 2027. RSUD Kilisuci menargetkan penambahan layanan spesialis kulit, rehabilitasi medik, dan psikiatri. Pengembangan sarana dan prasarana juga disiapkan untuk menunjang layanan medis tersebut.

Layanan rehabilitasi medik menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan puskesmas. Sementara itu, penambahan layanan psikiatri diharapkan mempermudah masyarakat mengakses konsultasi kesehatan jiwa tanpa harus menghadapi kendala rujukan ke luar daerah.

Selama ini, pasien yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa masih dapat mengalami kesulitan ketika harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah, terutama jika tidak memiliki pendamping. Di sisi lain, pemahaman masyarakat mengenai layanan psikiatri dinilai perlu ditingkatkan agar persoalan kesehatan jiwa dapat ditangani secara tepat dan tidak terhambat stigma.

Dinkes Dorong Pemanfaatan Layanan Rumah Sakit

Dinas Kesehatan Kota Kediri mendukung upaya peningkatan mutu pelayanan dan pengembangan layanan spesialis di RSUD Kilisuci. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Dwi Sunaryati, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, berharap forum konsultasi publik menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran.

Dwi menyebut RSUD Kilisuci telah memiliki sejumlah layanan spesialis, antara lain dokter anak, penyakit dalam, ortopedi, obstetri dan ginekologi (obgyn), paru, jantung, serta saraf.

Kelengkapan layanan tersebut diharapkan semakin dikenal masyarakat sehingga warga dapat mempertimbangkan RSUD Kilisuci sebagai salah satu pilihan untuk memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan.

“Jadi, kalau di Rumah Sakit Kilisuci, walaupun tipe C, dokternya sudah lengkap. Kalau berobat, lebih baik ke Rumah Sakit Kilisuci dulu karena selain tidak terlalu ramai, pengobatannya juga secara berjenjang,” kata Dwi.

Pelayanan kesehatan secara berjenjang memungkinkan pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis dan kemampuan fasilitas kesehatan. Skema tersebut juga diharapkan mendukung pemerataan layanan serta mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit rujukan dengan tingkat pelayanan lebih tinggi.

Dukungan sosialisasi turut disampaikan Sekretaris Kecamatan Mojoroto, Eko Purnomo, yang hadir mewakili Camat Mojoroto. Ia berharap jajaran kelurahan hingga pengurus rukun tetangga (RT) dapat membantu mengenalkan layanan RSUD Kilisuci kepada warga.

Dengan penyebaran informasi yang lebih luas, masyarakat diharapkan mengetahui pilihan fasilitas kesehatan yang lokasinya lebih dekat, selama layanan yang dibutuhkan tersedia.

Rekomendasi Forum Jadi Bahan Evaluasi

Forum konsultasi publik diawali dengan pengenalan dokter spesialis, pemaparan profil rumah sakit, serta penjelasan mengenai standar pelayanan RSUD Kilisuci. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk menghimpun berbagai kritik, saran, dan masukan dari peserta.

Sejumlah rekomendasi disepakati untuk ditindaklanjuti manajemen rumah sakit. Catatan tersebut mencakup peningkatan kebersihan lingkungan, pembenahan pelayanan farmasi, perbaikan dan publikasi standar pelayanan, serta pemenuhan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia untuk mendukung pelayanan bagi pasien penyandang disabilitas.

Sebagai bentuk komitmen atas hasil diskusi, forum ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan manajemen rumah sakit, Dinas Kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, media massa, dan pengguna layanan.

Hasil forum tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi RSUD Kilisuci untuk memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mengembangkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Jurnalis: Anisa Fadila