Pasar Ngadiluwih Segera Diresmikan November 2026, Bupati Kediri Tegaskan Kepemilikan Lapak Dibatasi Maksimal Empat

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ditargetkan segera rampung dan diresmikan pada November 2026. Menjelang pengoperasian pasar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mulai mematangkan penataan pedagang, termasuk membatasi kepemilikan maksimal empat lapak agar kesempatan berjualan lebih merata.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, perkembangan pembangunan Pasar Ngadiluwih menunjukkan hasil yang cukup baik. Pemerintah daerah berharap pasar dapat segera difungsikan setelah pekerjaan fisik dan persiapan penataan pedagang selesai.

“Alhamdulillah progresnya cukup baik. Kita doakan bersama di bulan November sudah bisa diresmikan,” kata Hanindhito saat meninjau Pasar Ngadiluwih, Rabu (14/10/2026) sore.

Kepemilikan Lapak Dibatasi, Tak Boleh Dikuasai Segelintir Pedagang

Penataan kepemilikan lapak menjadi salah satu fokus Pemkab Kediri sebelum pasar kembali beroperasi. Pemerintah daerah tidak ingin fasilitas perdagangan tersebut dikuasai oleh segelintir pedagang yang memiliki banyak tempat berjualan.

Hanindhito menegaskan, praktik penguasaan hingga lima, bahkan 11 lapak oleh satu pedagang tidak akan diperbolehkan. Kebijakan pembatasan maksimal empat lapak disiapkan untuk mendukung pemerataan kesempatan berdagang.

“Problem-nya jika ada yang menguasai lima, bahkan sampai 11 lapak. Itu kami tidak izinkan terjadi,” tegasnya.

Berdasarkan data Pemkab Kediri, Pasar Ngadiluwih memiliki total 805 tempat berjualan. Fasilitas tersebut terdiri atas 41 kios, 653 lapak atau los, 49 los basah, serta 11 unit food court.

Sementara itu, jumlah pedagang yang telah terdata mencapai 714 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 370 pedagang telah terverifikasi, 268 pedagang masih memerlukan konfirmasi ulang, dan 76 pedagang masuk dalam daftar tunggu.

Dengan jumlah tempat berjualan yang lebih banyak daripada pedagang terdata, sisa lapak direncanakan untuk mengakomodasi pedagang dalam daftar tunggu. Namun, kepastian alokasi tetap bergantung pada hasil pendataan dan penataan yang dilakukan pemerintah daerah.

Pengundian Lapak Dijadwalkan Akhir Oktober

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan, pembangunan tahap lanjutan Pasar Ngadiluwih telah mencapai 54 persen. Progres pekerjaan juga mengalami percepatan.

Selain menuntaskan pembangunan, pemerintah daerah kini mempersiapkan sejumlah tahapan sebelum pasar beroperasi. Agenda tersebut meliputi finalisasi data pedagang, penentuan zona berjualan, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pasar.

Sosialisasi kepada pedagang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Oktober 2026. Setelah itu, pengundian lapak direncanakan digelar pada 27–30 Oktober 2026.

“Peresmian pada November kami jadwalkan dalam tiga minggu pertama. Jika seluruh pekerjaan selesai lebih cepat, pasar bisa diresmikan lebih awal oleh Mas Bupati,” jelas Tutik.

Pemkab Kediri berharap seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai jadwal sehingga pasar dapat segera dimanfaatkan oleh pedagang dan masyarakat.

Sejumlah Jenis Usaha Tak Diizinkan Beroperasi

Penataan Pasar Ngadiluwih tidak hanya menyangkut pembagian lapak. Pemkab Kediri juga menyiapkan ketentuan mengenai jenis usaha yang diperbolehkan beroperasi di dalam pasar.

Beberapa usaha, seperti bengkel, penjualan ayam hidup, dan barbershop, tidak diperkenankan masuk sesuai aturan yang tengah disiapkan pemerintah daerah.

Pemkab Kediri juga merencanakan pembenahan area pedestrian di depan pasar. Nantinya, aktivitas perdagangan akan dipusatkan di dalam kawasan pasar sehingga area depan tidak lagi digunakan sebagai tempat berjualan.

Langkah tersebut diharapkan membuat kawasan pasar lebih tertib dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Selain pembenahan fasilitas, pemerintah daerah berencana menghadirkan hiburan musik sebagai salah satu daya tarik Pasar Ngadiluwih. Bupati Kediri berharap pasar yang telah direvitalisasi tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga memiliki lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.

Revitalisasi Pasar Lain Masih Menunggu Anggaran

Setelah revitalisasi Pasar Ngadiluwih selesai, Pemkab Kediri membuka peluang melanjutkan penataan pasar di wilayah lain.

Sejumlah lokasi yang masuk pertimbangan antara lain eks Terminal Sambi, Kandangan, dan Pasar Gurah. Meski demikian, pelaksanaan program lanjutan masih akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Untuk saat ini, Pemkab Kediri memprioritaskan penyelesaian revitalisasi Pasar Ngadiluwih beserta penataan pedagangnya sebelum menetapkan proyek berikutnya.

Dengan target peresmian pada November 2026, penyelesaian pembangunan, kepastian data pedagang, dan pembagian lapak menjadi tahapan penting yang menentukan kesiapan pasar untuk kembali beroperasi.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan