KEDIRI — Kepulan asap akibat kebakaran rumpun bambu di lahan milik warga membuat pihak SMPN 2 Kediri mengambil langkah antisipasi dengan memulangkan siswa lebih awal pada Selasa (13/10). Keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan siswa setelah asap terbawa angin hingga mengarah ke lingkungan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Kediri, Yeppy Yosana, mengatakan kebakaran terjadi di luar area sekolah, tepatnya di rumpun bambu milik warga yang berada di belakang bangunan sekolah. Hingga saat ini, pihak sekolah mengaku belum mengetahui penyebab awal kebakaran tersebut.
“Yang kami tahu, ada asap, kemudian angin bertiup ke arah sekolah,” ujar Yeppy saat dikonfirmasi.
Menurut dia, arah angin membuat asap kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah. Selain khawatir terhadap dampak asap yang dapat terhirup siswa, pihak sekolah juga mencemaskan kemungkinan api merembet ke area sekolah.
Kekhawatiran itu muncul karena terdapat banyak daun dan dahan kering di sekitar lokasi kebakaran yang berpotensi memperbesar risiko penjalaran api. Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah menghubungi perangkat desa untuk melaporkan kejadian sekaligus melakukan langkah antisipasi.
“Kami juga khawatir anak-anak terkena asap. Karena itu, terpaksa kami memulangkan anak-anak lebih awal untuk mengantisipasi dampaknya,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Kota Kediri, Kompol Bowo Wicaksono, menjelaskan kebakaran tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.
Keputusan memulangkan siswa lebih awal menjadi langkah pencegahan yang diambil pihak sekolah untuk meminimalkan risiko paparan asap maupun potensi bahaya lain akibat kebakaran di sekitar lingkungan pendidikan.
Jurnalis: Anisa Fadila



