foto : Sigit Cahya Setyawan

Persik Kediri Menang Dramatis di Laga Terakhir Dilatih Ong Kim Swee

Bagikan Berita :

KEDIRI — Persik Kediri akhirnya memutus rangkaian lima pertandingan tanpa kemenangan setelah menundukkan Semen Padang dengan skor 2-1 di Stadion Brawijaya, Kamis sore (27/11). Kemenangan ini terasa semakin dramatis karena diraih tepat pada laga terakhir Ong Kim Swee (OKS), sesaat sebelum manajemen mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih asal Malaysia itu.

Sejak peluit awal, Macan Putih tampil buas dan langsung mengurung pertahanan Kabau Sirah. Tekanan yang terus mengalir akhirnya membuahkan hasil di menit ke-16. Jose Enrique memecah kebuntuan melalui sundulan terarah setelah menerima umpan matang dari Ezra Walian. Gol tersebut menjadi pemantik semangat Persik.

Dominasi tuan rumah makin menjadi-jadi. Menit 34, giliran Ezra Walian yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari kerja sama rapi Henhen Herdiana dan Pedro Matos, Ezra menuntaskan peluang dengan dingin untuk membawa Persik unggul 2-0. Skor itu bertahan hingga turun minum dan menjadi salah satu babak pertama terbaik Persik di era OKS dalam beberapa pekan terakhir.

Memasuki babak kedua, ritme permainan Persik tetap terjaga. Williams Lugo dan Pedro Matos silih berganti memberikan ancaman, meski belum mampu menambah gol ketiga. Pada menit 70, Ong Kim Swee melakukan tiga pergantian sekaligus—Pedro Matos, Williams Lugo, dan Yusuf Meilana ditarik keluar untuk memberi kesempatan kepada Yoga Aditama, Yandi Sofyan, dan Irkham Mila.

Pergantian itu sedikit mengubah tekanan serangan Persik. Kurangnya konsentrasi di lini belakang membuat Semen Padang memanfaatkan celah untuk memperkecil kedudukan lewat tendangan Samuel Cristianson pada menit 76. Merespons situasi tersebut, OKS memperkuat lini pertahanan dengan memasukkan Kiko Carneiro menggantikan Khursidbek Muktorov. Meski Kabau Sirah terus mencoba menyamakan kedudukan, Persik mampu menjaga keunggulan hingga laga berakhir.

Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, menyatakan kekecewaannya karena timnya pulang tanpa satu pun poin.

“Kami kecewa. Kami pikir bisa dapat poin. Babak pertama Persik sangat bagus, tiga peluang jadi dua gol. Babak kedua kami lebih disiplin dan ubah sistem, kami punya empat peluang bagus tapi tidak berjalan sesuai harapan. Tim sudah berkembang dan kami yakin bisa keluar dari zona degradasi,” ujarnya.

Kemenangan ini menjadi penutup perjalanan Ong Kim Swee bersama Persik Kediri. Meski akhirnya harus berpisah karena rentetan hasil buruk sebelumnya, OKS meninggalkan Stadion Brawijaya dengan kepala tegak—hadiah perpisahan berupa kemenangan yang sangat dinanti publik Kediri.

“Semua pemain menunjukkan komitmen dan bermain sebagai tim hingga kami mendapatkan kemenangan. Gol-gol kami tercipta dari pergerakan yang bagus,” tutur Ong.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :