KEDIRI – Beberapakali gagal manfaatkan peluang emas, justru tanpa disangka Coach Tony Ho menarik keluar sang kapten Mohammad Khanafi di menit ke-26. Yang terjadi tim lawan NZR Sumbersari mampu menguasai bola sepanjang pertandingan. Kemudian mimpi buruk terjadi di menit ke-113. Jala Persedikab dijaga Fradan Husaain bergetar, atas tendangan keras Mohammad Galih Pratama dibiarkan bebas di kotak pinalti.
Tidak seperti biasanya, selama ini menunjukkkan bermain ngeyel dan mampu mengontrol bola dengan baik. Tidak diperagakan anak-anak Bledug Kelud saat laga final digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (16/12). Sejumlah kesempatan emas terbuang percum, karena tidak maksimal saat penyelesaian akhir.
Tercatat menit ke-3, Didit Agus mendapat peluang namun tendangannya mampu diblok kiper. Kemudian tendangan M Kamal sudah berada di depan gawang lawan justru melenceng, setelah sebelumnya Delan I Selang mantul dari kaki kiper Sumbersari. Sangat terlihat tidak mampu mengontrol bola dengan baik, terlalu bernafsu untuk mencetak gol dan melakukan sejumlah pelanggaran seharusnya tidak perlu.
Sebenarnya, jala jala Shulung Sabas sempat jebol berkat tendangan keras Delan di menit 48. Namun Wasit Farid Riesdianto dari Sidoarjo melihat Ferry Cahyo dalam posisi offiside. Seiring tambahan waktu 2 x 15, fisik kedua tim benar-benar terkuras. Meski tidak mampu meraih trophy Juara Liga III Jawa Timur, namun dipastikan Persedikab bersama Sumbersari lolos Liga III Nasional sesuai regulasi dikeluarkan PSSI bersama lima tim dari Jawa Timur lainnya.









