KEDIRI — Gelombang euforia kemenangan Persik Kediri dalam Derby Jawa Timur tak berhenti di Stadion Gelora Joko Samudro. Minggu malam (03/05), saat rombongan tim kembali ke Kediri, ribuan Persikmania telah menanti, memenuhi jalanan sejak perbatasan Kediri–Nganjuk hingga mengantar skuad Macan Putih tiba di mess tim.
Iring-iringan kendaraan memanjang bak arus tanpa henti. Klakson bersahutan, nyanyian menggema, dan cahaya flare menyalakan langit malam Kota Kediri. Atmosfer berubah menjadi lautan semangat—sebuah perayaan yang lahir dari rasa bangga yang tak terbendung.
Para suporter seakan ingin memastikan kemenangan ini tidak sekadar tercatat di papan skor, tetapi benar-benar hidup di jantung kota.
Saat rombongan tiba di mess, sambutan hangat pun pecah: sorak sorai, pelukan, hingga yel-yel menggema, menyatu dalam satu napas kebanggaan.
Perwakilan pemain yang saat pertandingan sebagai kapten tim, Adi Eko Jayanto, menegaskan bahwa kemenangan dramatis 3-2 atas Arema FC merupakan buah dari kerja keras kolektif tim.
“Kemenangan ini sudah lama kami nantikan. Kami persembahkan untuk seluruh warga Kediri. Ini juga menjadi jawaban atas kekalahan di putaran pertama,” ujarnya.
Gelandang Persik, Telmo Castanheira, turut mengungkapkan rasa harunya atas dukungan luar biasa yang diberikan Persikmania.
“Walaupun pertandingan berlangsung tanpa penonton, kami tetap merasakan energi dukungan kalian. Kemenangan ini untuk kalian semua,” katanya di hadapan ribuan suporter.
Lebih dari sekadar tambahan tiga poin, kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan, kebanggaan, dan eratnya solidaritas antara tim dan pendukung. Di tengah performa yang belum konsisten musim ini, hasil ini hadir sebagai penawar luka—menghidupkan kembali harapan.
Persikmania sekali lagi membuktikan, bahwa di balik setiap langkah para pemain di lapangan, ada kekuatan besar yang setia berdiri di belakang: mengawal, mendukung, dan merayakan setiap perjuangan Macan Putih.



