Kemeriahan Mahakarya “Power of Java” Membius Ribuan Penonton di Kediri Memorial Park

Bagikan Berita :

KEDIRI – Sabtu malam, 2 Agustus, Kediri Memorial Park menjelma menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kediri hingga luar kota memadati area taman untuk menyaksikan pertunjukan spektakuler bertajuk Mahakarya: Power of Java.

Pementasan kolosal ini menghadirkan kisah heroik Panji Wiratama dalam balutan sendratari yang memukau, memadukan unsur tari, musik, teater, dan multimedia dalam delapan babak penuh energi.

Diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri, Mahakarya bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai sejarah. Camat Kota Kediri, Bagus Hermawan, menyebut bahwa kisah Panji Wiratama sejalan dengan tema perayaan tahun ini: Kolaborasi Menuju Kota Kediri Mapan.

“Cerita ini mencerminkan keberanian, tanggung jawab, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi membangun peradaban,” ujarnya.

Sejak sore hari, suasana taman sudah terasa semarak. Pengunjung disambut penampilan musik akustik serta bazar UMKM yang menghadirkan 17 pelaku usaha kreatif dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kota.

Mahakarya menjadi panggung kolaborasi lintas generasi, menyatukan potensi anak muda dalam karya seni multidisiplin: mulai dari tari, musik, teater, hingga visual artistik yang memikat.

“Ini pertunjukan yang berani, tidak biasa, dan memperlihatkan potensi luar biasa dari generasi muda Kediri,” lanjut Bagus.

Ia menekankan bahwa Mahakarya bukan hanya soal panggung, tetapi juga ruang apresiasi budaya yang mempererat hubungan antarwarga, terutama antara pelajar dan para pelaku seni lokal.

Antusiasme penonton terlihat sejak menjelang malam. Banyak yang datang bersama keluarga, bahkan dari luar kota seperti Jombang. Rike, salah satu pengunjung dari Jombang, mengaku terkesan.

“Lighting-nya keren banget, visualnya kuat, dan suasananya hangat. Meski temanya klasik, saya merasa belajar banyak dan tetap enjoy,” ujarnya.

Cerita Panji Wiratama sendiri mengangkat sosok Panji Asmarabangun, seorang pemimpin bijak yang menomorsatukan rakyat dan kebenaran di atas ambisi pribadi.

Di tangan sutradara lokal Kediri, kisah ini disulap menjadi tontonan yang tidak hanya indah, tapi juga menyentuh — menyatukan unsur tradisi dan sentuhan modern dalam panggung yang penuh makna.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :