foto : Neha Hasna Maknuna

Kegelisahan Mas Dhito, Bayang Maut Miras Oplosan Mengintai Dunia Pendidikan di Kabupaten Kediri

Bagikan Berita :

KEDIRI – Awan kelabu kembali menyelimuti Kabupaten Kediri usai kabar duka akibat miras oplosan mencuat ke permukaan. Di tengah gelaran Tasyakuran Haji 2025, Rabu (6/8), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana angkat bicara, menyuarakan kegelisahan yang tak bisa lagi dibendung: miras oplosan kini mengancam dunia anak-anak sekolah.

“Kami khawatir, racun ini sudah masuk ke ruang-ruang kelas. Jika benar, maka kami tak bisa tinggal diam. Patroli akan mulai menyentuh lingkungan sekolah,” ujar Mas Dhito, penuh kekhawatiran.

Ancaman ini, menurutnya, tak sekadar soal penegakan hukum. Ini adalah alarm bahaya bagi masa depan generasi muda. Ketika alkohol oplosan berkadar 96 persen – jauh melampaui standar medis – menjadi konsumsi harian sebagian remaja, maka nyawa pun jadi taruhan.

“Untuk luka saja, cukup 70 persen alkohol. Tapi ini 96 persen diminum? Ini bukan sekadar berbahaya – ini mematikan,” ujarnya, matanya menajam, suaranya berat menahan prihatin.

Mas Dhito menegaskan, tragedi yang telah merenggut nyawa harus menjadi pelajaran keras bagi semua pihak. Ia mengimbau agar masyarakat, khususnya para pemuda, menjauhi jerat mematikan dari minuman ilegal yang tak hanya merusak tubuh, tapi juga menghancurkan harapan.

Sebagai bentuk gerak nyata, ia telah memerintahkan Satpol PP Kabupaten Kediri untuk meningkatkan patroli, terutama di wilayah yang dikenal rawan seperti Simpang Lima Gumul (SLG) dan sekitarnya. Operasi akan digencarkan tanpa kompromi.

“Tak perlu jauh ke Kepung. Di jantung kota seperti SLG pun masih banyak peredaran. Kalau tak berizin, harus ditindak,” tegasnya.

Bupati menyadari, ranah penggeledahan dan penyidikan tetap milik kepolisian. Namun, bukan berarti pemerintah daerah tak punya peran. Menurutnya, pengawasan dan patroli terpadu bisa menjadi benteng awal dalam meredam bahaya.

“Penggeledahan memang tanggung jawab Polres, tapi soal pengawasan dan patroli, kami siap bahu-membahu,” pungkasnya.

jurnalis : Neha Hasna Maknuna
Bagikan Berita :