KEDIRI — Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar apel besar aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman belakang Kantor Pemkab Kediri ini sekaligus dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222.
Apel dipimpin Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa sebagai pembina, sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Kediri Randy Agatha bertindak sebagai pemimpin apel. Sejak pagi, ribuan ASN memadati lokasi, meski masih terlihat sebagian kecil peserta datang terlambat.
Dalam amanatnya, Dewi Maria Ulfa yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berhalangan hadir, mengawali dengan ucapan Selamat Idul Fitri kepada seluruh ASN. Ia mengajak momentum lebaran dimaknai sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga Idul Fitri ini menghadirkan hati yang lebih bersih, pikiran yang lebih jernih, serta semangat pengabdian yang semakin kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan, apel tersebut bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan penanda dimulainya kembali kinerja birokrasi setelah libur panjang. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan yang langsung berjalan optimal tanpa jeda.
“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan kerja yang masih pemanasan, tetapi birokrasi yang langsung siap bekerja,” tegasnya.
Lebih jauh, Dewi menekankan bahwa indikator kinerja ASN saat ini tidak lagi diukur dari kehadiran semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Ukuran kerja kita adalah manfaat. Apakah masyarakat merasa dilayani? Apakah persoalan berkurang? Dan apakah kehadiran pemerintah membawa dampak?” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah pemerintah daerah, salah satunya angka kemiskinan Kabupaten Kediri yang masih berada di kisaran 9,81 persen. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka tersebut.
“Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada gotong royong lintas dinas dan lintas sektor,” jelasnya.
Selain itu, perhatian diarahkan pada sektor kesehatan, khususnya penanganan stunting serta peningkatan kualitas layanan di fasilitas kesehatan. Ia meminta seluruh jajaran memastikan pelayanan berjalan optimal tanpa hambatan.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kediri Randy Agatha menjelaskan apel besar ini diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kediri, kecuali ASN di kecamatan, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan dengan pertimbangan teknis.
“Apel ini untuk memastikan kesiapan ASN pasca cuti. Ini hari pertama masuk bagi yang tidak menjalankan skema work from anywhere (WFA),” ujarnya.
Ia menyebutkan, terdapat sekitar 77 ASN yang mengajukan WFA. Namun, pengawasan kehadiran tetap dilakukan melalui sistem presensi online yang terintegrasi dengan titik koordinat dan waktu.
“Presensi sudah berbasis online, sehingga keterlambatan akan langsung terekam dan berdampak pada tambahan penghasilan,” tegasnya.
Randy menambahkan, sistem tersebut menjadi langkah preventif dalam menegakkan disiplin ASN. Sanksi diberikan secara bertahap, mulai dari pengurangan tambahan penghasilan hingga hukuman disiplin berjenjang.
“Jika akumulatif pelanggaran tidak memenuhi ketentuan, bisa masuk kategori hukuman disiplin, bahkan hingga pemberhentian jika tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut,” paparnya.
Ia juga memastikan seluruh ASN kembali ke jam kerja normal setelah sebelumnya mengalami penyesuaian selama Ramadan.
“Tidak ada lagi penyesuaian. Semua harus kembali normal, terutama pelayanan publik harus langsung maksimal,” tandasnya.
Menutup amanatnya, Dewi Maria Ulfa mengajak seluruh ASN menjadikan momentum pasca Ramadan dan peringatan hari jadi daerah sebagai semangat baru dalam bekerja. Mengusung tema “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya”, ia berharap daerah ini terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
“Ini menjadi penanda bahwa kita bangkit dengan semangat baru, kerja lebih kuat, dan pengabdian yang lebih nyata,” pungkasnya.









