KEDIRI – Persik Kediri mengukuhkan dominasinya di kandang sendiri setelah menaklukkan Madura United dengan skor 2-0 pada lanjutan kompetisi Super League di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (9/10). Dua gol Eduardo Barbosa pada babak pertama menjadi penentu kemenangan Macan Putih sekaligus menghentikan laju tiga kemenangan beruntun tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.
Hasil positif ini mengangkat Persik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin. Kemenangan tersebut juga menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Marcos Reina untuk menjaga konsistensi pada awal kompetisi.
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Persik langsung mengambil kendali permainan sejak peluit awal dibunyikan. Tuan rumah tampil terorganisasi dengan penguasaan bola yang efektif dan tekanan yang membuat pertahanan Madura United kesulitan mengembangkan permainan.
Dominasi Persik membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. Eduardo Barbosa sukses memecah kebuntuan setelah memaksimalkan umpan Bayu Otto. Gol cepat itu membuat Macan Putih semakin leluasa mengatur tempo pertandingan.
Persik tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-25, Barbosa kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya sekaligus memperlebar keunggulan tuan rumah menjadi 2-0 dan menempatkan Madura United dalam situasi sulit.
Tertinggal dua gol, Madura United berusaha merespons melalui sejumlah upaya serangan yang melibatkan Gali Freitas dan Dimitar Mitkov. Namun, rapatnya organisasi permainan Persik membuat tim tamu kesulitan menciptakan ancaman berarti.
Petaka bagi Madura United datang menjelang turun minum. Mitkov harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah langsung pada menit ke-40 akibat tindakan yang dinilai tidak terpuji. Bermain dengan sepuluh pemain membuat upaya tim tamu untuk mengejar ketertinggalan semakin berat.
Persik pun menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol tanpa balas.
Memasuki babak kedua, Macan Putih memilih bermain lebih terukur. Persik menjaga kedisiplinan lini belakang sembari menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik. Sebaliknya, Madura United berupaya bangkit dan mencari celah melalui serangan yang dimotori Hugo Gomes.
Meski berusaha meningkatkan tekanan, tim tamu belum mampu menembus pertahanan tuan rumah. Persik tampil solid dalam menjaga ruang dan meredam setiap upaya serangan yang dibangun lawan.
Marcos Reina kemudian melakukan penyegaran dengan menarik keluar Bayu Otto, Kiko Carneiro, dan Jose Enrique. Ketiganya digantikan Fransiskus Alexandro, Daffa Salman, dan Sergio Castel.
Masuknya Fransiskus Alexandro diharapkan menambah daya gedor Persik melalui sektor sayap, terutama dalam situasi serangan balik. Namun, perubahan tersebut belum menghasilkan gol tambahan.
Persik masih sempat memperoleh peluang melalui Eduardo Barbosa dan Zanadin Faris yang mencoba membongkar pertahanan Madura United dari sektor tengah. Kendati demikian, tidak ada gol lain yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang.
Skor 2-0 memastikan tiga poin menjadi milik Persik Kediri.
Kemenangan ini memiliki arti penting bagi Macan Putih. Selain memperbaiki posisi ke peringkat keempat dengan tujuh poin, Persik berhasil memutus momentum positif Madura United yang sebelumnya mengantongi tiga kemenangan beruntun.
Dengan hasil tersebut, Persik memiliki modal berharga untuk menatap pertandingan berikutnya. Sementara bagi Madura United, kekalahan di Kediri menjadi pekerjaan rumah untuk membenahi permainan setelah gagal mempertahankan tren positif mereka.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



