KEDIRI – Suasana di Simpang Empat Mojoroto, Kota Kediri, tepatnya di Jalan Suparjan Mangun Wijaya, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (11/7). Sebuah bus yang melaju membawa penumpang mengalami masalah serius ketika sistem pengereman diduga tidak berfungsi hingga akhirnya terlibat kecelakaan dengan sebuah sedan dan sepeda motor.
Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka ringan dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Kilisuci. Sementara seorang anak yang turut berada di sepeda motor dipastikan dalam kondisi selamat. Yang menjadikan perhatian khusus Seminggu sebelumnya tak jauh dari lokasi tersebut, juga terjadi laka beruntun hingga akibatnya satu nyawa meninggal di tempat.
Sopir bus Putra Remaja Nopol AB 7287 AS bernama Riyanto, warga Solo, mengungkapkan detik-detik menegangkan sebelum kecelakaan terjadi. Ia mengatakan bus yang dikemudikannya bergerak dari arah Terminal Tamanan menuju Solo ketika tiba-tiba rem kendaraan tidak berfungsi.
“Rem tidak berfungsi. Saya dari arah terminal mau ke Solo membawa penumpang,” ujar Riyanto saat ditemui di Satlantas Polres Kediri Kota.
Menurut Riyanto, bus tersebut merupakan kendaraan langsiran yang bertugas membantu mengangkut penumpang dari terminal yang belum terangkut bus utama. Saat kejadian, bus membawa delapan penumpang yang rencananya akan melanjutkan perjalanan menuju Jambi.
Dalam kondisi darurat, Riyanto mengaku telah berusaha mencari cara agar kecelakaan dapat dihindari. Namun, situasi jalan yang terbatas membuatnya tidak memiliki banyak pilihan.
“Saya mau menabrakkan ke pohon, tetapi tidak ada pohon. Hand rem juga tidak berfungsi sama sekali. Kecepatan saya juga pelan,” katanya.
Meski telah berupaya mengendalikan kendaraan, bus akhirnya tetap terlibat benturan dengan kendaraan lain yang berada di sekitar simpang tersebut.
Dengan wajah penuh penyesalan, Riyanto menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak akibat kejadian tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki niat buruk dan berharap semua pihak dapat memaafkan insiden yang terjadi.
“Saya tidak ada niat buruk sama sekali. Saya minta maaf kepada semua orang yang telah terlibat dalam kecelakaan ini. Semoga saya diberikan maaf,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prasetyawan menjelaskan bahwa petugas masih melakukan penanganan terhadap para korban.
“Ada dua orang yang dibawa ke RSUD Kilisuci. Saat ini masih menunggu hasil observasi dokter IGD,” jelas AKP Tutud.
Ia menyebut kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut terdiri dari satu unit mobil sedan dan satu sepeda motor Honda Vario yang membawa tiga orang, termasuk seorang anak.
Dua korban dewasa mengalami luka ringan dan masih menjalani pemeriksaan medis. Sedangkan anak yang berada di sepeda motor dipastikan dalam keadaan aman.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk pemeriksaan terhadap kendaraan yang terlibat.
Insiden di Simpang Mojoroto ini menjadi pengingat bahwa kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan. Sebab dalam hitungan detik, gangguan kecil pada kendaraan dapat berubah menjadi peristiwa besar yang mengancam banyak nyawa.
Jurnalis: Radistiya Sadam Inzagi



