Sudjono Teguh Wijaya menunjukkan hasil perolehan sementara Pemilihan Legeslatif (Nanang Priyo Basuki)

Berdalih Bantu Carikan Suara, Oknum Lurah Minta Kursi Empuk kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri

Bagikan Berita :

KEDIRI – Sudjono Teguh Wijaya tak mampu menyembunyikan kebahagiaan atas perolehan hasil suara sementara Partai Golkar. Mampu menghantarkan lima calon legeslatif (caleg) duduk sebagai anggota DPRD Kota Kediri pada periode 2024 – 2029.

Selain dirinya, diikuti adik kandungnya Agung Purnomo dari Dapil 2 Pesantren. Juga Dapil 1 Kota kembali diduduki Yuni Kuswulandari akrab disapa Ninik. Kemudian Dapil 3 Mojoroto kembali menjabat Andayani Nur Hidayati dan pendatang baru Imam Wihdan Zarkasyi.

Dirinya saat ditemui di Posko Pemenangan pada Rabu (21/01, tak menampik jika dibanjiri banyak ucapan. Mulai dari sejumlah petinggi di Mabes Polri, kepala dinas, kepala kelurahan bahkan mantan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Yang justru membuatnya heran, meski belum dinyatakan resmi hasil penghitungan oleh KPU. Bahkan ada beberapa oknum pejabat dan oknum lurah, secara terang-terangan meminta diberi kursi empuk di pemerintah kota. Dengan alasan, turut membantu mencarikan suara untuk partai.

“Banyak sekali ucapan saya terima baik lewat telepon maupun pesan masuk. Saya sampaikan ucapan terima kasih, ini membuktikan seluruh mesin politik Partai Golkar telah bekerja dengan baik. Saya juga kaget ada yang minta dibantukan jabatan empuk di pemerintah kota,” terang Jono, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri.

Meski demikian, dirinya telah memberikan instruksi kepada para caleg terpilih dan seluruh pengurus partai, untuk tidak besar kepala. Justru tugas berat dan tanggung jawab terhadap rakyat akan segera dimulai usai pelantikan diperkirakan pada awal Oktober.

“Jangan pernah sepeserpun mengambil uang yang bukan haknya. Jangan menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki serta tetap terbuka menerima kritik dan saran dari siapapun. Yang utama, dalam politik tidak ada istilah lawan, semua merupakan saudara,” tegasnya.

Disinggung terkait jelang Pemilihan Wali Kota Kediri akan segera digelar rencana digelar 27 November nanti. Pak Jono sapaan akrabnya mengaku belum memiliki gambaran, calon bakal diusung partainya.

“Partai kami terbuka untuk siapapun, asal memenuhi kualifikasi. Kami persilahkan untuk maju diusung Partai Golkar. Jika saya pribadi, jelas tidak akan kembali maju dalam bursa Pilwali,” terangnya.

editor : Nanang Priyo Basuki

 

Bagikan Berita :