Pemkab Kediri Gelar Doa Lintas Agama, Wabup Soroti Ancaman Judi Online hingga Hoaks

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga keamanan lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar di Polres Kediri, Selasa (20/10).

Kegiatan ini diikuti perwakilan enam agama, yakni Islam, Hindu, Buddha, Katolik, Protestan, dan Konghucu. Doa bersama tersebut juga menjadi bagian dari peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, yang hadir mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurut Dewi, upaya menjaga keamanan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kehidupan bermasyarakat.

“Berbagai tantangan, seperti judi online, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, kenakalan remaja, balap liar, dan penyalahgunaan narkoba, perlu diantisipasi bersama,” katanya.

Ia menekankan, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta masyarakat luas menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di Kabupaten Kediri.

Melalui kerja sama tersebut, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat dihadapi secara bersama-sama sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan maupun konflik di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif menegaskan komitmen kepolisian untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia berharap kegiatan doa lintas agama dapat memperkuat kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta damai.

“Melalui kegiatan doa bersama ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga Kabupaten Kediri tetap aman, damai, kondusif,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan semangat toleransi antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian di Kabupaten Kediri. (adv)