HP Masih Jadi Gangguan di Kelas? Ini Pesan Tegas Cabdindik Kediri untuk Guru dan Kepala Sekolah

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik, tenaga pendidik juga dituntut terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan teknologi digital, serta menjadi teladan dalam menerapkan kedisiplinan dan pola hidup sehat.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kediri, Adi Prayitno, dalam kegiatan jalan sehat menyambut Hari Guru Nasional 2026 di Auditorium R. Soewandi, SMAN 5 Taruna Brawijaya, Kota Kediri, Rabu (21/10). Kegiatan tersebut diikuti ribuan guru.

Adi menjelaskan, jalan sehat merupakan bagian dari agenda olahraga rutin yang diselenggarakan setiap bulan. Pada kesempatan kali ini, kegiatan melibatkan kepala sekolah dan sejumlah guru olahraga untuk menyemarakkan peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November.

“Jalan sehat ini untuk menanamkan dan menumbuhkan semangat guru agar senantiasa menerapkan pola hidup sehat. Harapannya, kebiasaan tersebut juga berdampak pada murid-murid yang mereka ajar,” ujar Adi.

Menurutnya, guru memiliki peran lebih dari sekadar menyampaikan materi pembelajaran. Mereka juga menjadi panutan bagi siswa, termasuk dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan menanamkan perilaku positif di lingkungan sekolah.

Guru Diminta Tidak Gagap Teknologi

Selain menjaga kesehatan, Adi menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah perubahan regulasi, perkembangan teknologi informasi, dan dinamika karakter peserta didik.

Ia menilai, kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan siswa.

“Guru berkewajiban beradaptasi dan mengenal teknologi informasi (IT). Jangan sampai gagap teknologi atau gaptek,” tegasnya.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi di sekolah harus disertai aturan yang jelas. Adi mengaku masih menemukan siswa menggunakan telepon seluler (HP) untuk aktivitas di luar kepentingan pembelajaran ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan guru menegakkan aturan penggunaan HP secara konsisten. Perangkat tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar, bukan menjadi sumber gangguan yang mengurangi konsentrasi siswa.

“HP baru boleh diambil ketika pembelajaran selesai atau ketika guru meminta siswa menggunakannya sebagai alat penunjang pembelajaran,” katanya.

Adi juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan kedisiplinan bagi seluruh tenaga pendidik. Sikap profesional tersebut perlu diterapkan dalam berbagai situasi, baik ketika mengikuti rapat maupun saat menjalankan tugas di lingkungan sekolah.

Kebersihan Sekolah hingga Peningkatan Capaian TKA

Persoalan kebersihan lingkungan sekolah turut menjadi perhatian Cabdindik Wilayah Kediri. Adi meminta seluruh warga sekolah berperan aktif menjaga kebersihan, terutama dengan mengurangi sampah plastik yang salah satunya berasal dari aktivitas kantin.

Selain itu, sekolah perlu meningkatkan kesiapan menghadapi musim hujan agar lingkungan tetap terjaga dan aktivitas pendidikan dapat berlangsung dengan baik.

“Seluruh warga sekolah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kepala sekolah harus memelopori dan memimpin upaya tersebut,” pesannya.

Di bidang akademik, Adi menekankan perlunya penguatan proses pembelajaran untuk mendukung peningkatan capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pendampingan yang berkelanjutan serta penguatan pemahaman materi dinilai penting agar siswa dapat mengembangkan kemampuan akademik secara optimal. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan guru dan dukungan pengelolaan sekolah yang konsisten.

Penyuluhan Hukum Bahas Judi Daring hingga Narkoba

Upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik juga akan dilakukan melalui penyuluhan hukum. Cabdindik Wilayah Kediri berencana menggelar kegiatan tersebut dalam waktu dekat dengan materi yang mencakup judi daring, penyalahgunaan narkoba, dan ketertiban berlalu lintas.

Penyuluhan ini ditujukan untuk memperluas pemahaman guru dan siswa mengenai kesadaran hukum serta pentingnya bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangkaian kegiatan jalan sehat tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Adi menjelaskan, penghargaan diberikan melalui tahapan berjenjang, mulai dari tingkat wilayah hingga provinsi dan nasional. Para pemenang berkesempatan mewakili daerah masing-masing untuk mengikuti kompetisi pada tingkat berikutnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Adi berharap semangat hidup sehat dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalisme guru.

Dengan demikian, peran guru tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa serta terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, tertib, dan mendukung proses pembelajaran.

Jurnalis: Anisa Fadila