KEDIRI – Di antara gemuruh suara mesin dan ribuan pengendara yang memadati gelaran Riding Jamda 1st RX King Indonesia Region Jawa Timur 2 dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, ada satu sosok yang mencuri perhatian.
Namanya Amel Dwi, perempuan asal Kota Kediri yang tampil percaya diri menunggangi motor legendaris Yamaha RX King. Lima tahun menekuni dunia otomotif, Amel membuktikan bahwa kecintaan terhadap kendaraan klasik bukan hanya milik kaum laki-laki.
Bagi Amel, RX King bukan sekadar kendaraan dengan desain khas dan karakter mesin yang kuat. Lebih dari itu, motor berjuluk “Raja Jalanan” tersebut menjadi pintu masuk menuju dunia persaudaraan, perjalanan panjang, dan pengalaman berharga bersama komunitas.
“Selain karakter motornya yang khas, saya merasa solidaritas di komunitas RX King sangat kuat. Itu yang membuat saya semakin nyaman dan bertahan sampai sekarang,” ujar Amel, Sabtu (11/07).
Sejak pertama kali mengenal RX King sekitar lima tahun lalu, motor tersebut selalu menjadi teman dalam berbagai perjalanan. Dari sekadar menikmati perjalanan hingga mengikuti touring lintas daerah, banyak cerita dan kenangan yang tersimpan bersama kendaraan kesayangannya.
Bagi Amel, nilai terbesar dari komunitas RX King bukan hanya tentang memiliki motor klasik, melainkan bagaimana sebuah hobi mampu mempertemukan banyak orang dengan semangat yang sama.
“Di komunitas ini saya menemukan banyak teman dan saudara dari berbagai daerah. Rasanya seperti memiliki keluarga kedua,” ungkapnya.
Namun, perjalanan Amel sebagai perempuan pengendara RX King tidak selalu berjalan mulus. Stigma bahwa motor tersebut identik dengan laki-laki masih sering ia temui. Tak jarang, ia mendapat komentar dari orang-orang yang menganggap hobinya tidak biasa.
Meski demikian, Amel memilih untuk tidak terpengaruh. Baginya, selama hobi tersebut positif dan memberikan kebahagiaan, tidak ada alasan untuk berhenti.
“Saya cukup sering mendapat komentar seperti itu, tetapi saya memilih cuek dan tetap menikmati hobi yang saya sukai,” katanya.
RX King yang kini ia gunakan pun bukan sekadar kendaraan biasa. Motor tersebut telah menjadi saksi perjalanan panjangnya dalam dunia komunitas, termasuk berbagai touring ke sejumlah wilayah hingga luar Pulau Jawa.
Setiap perjalanan yang ditempuh bersama motor tersebut menghadirkan cerita tersendiri, mulai dari bertemu komunitas baru hingga mempererat hubungan dengan sesama pecinta RX King.
Dalam ajang Jamda 1st RX King Indonesia Region Jawa Timur 2 yang berlangsung di GOR Jayabaya Kota Kediri, Amel turut ambil bagian bersama ribuan peserta dari berbagai daerah.
Ia mengaku bangga karena Kota Kediri dipercaya menjadi tuan rumah acara besar yang mempertemukan para pecinta RX King dari berbagai penjuru.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para penghobi motor, tetapi juga menjadi momentum memperkuat tali persaudaraan antaranggota komunitas.
“Acara ini memberikan kesan yang luar biasa. Banyak peserta datang dari berbagai daerah dan semuanya membawa semangat kebersamaan,” tuturnya.
Bagi Amel, perjalanan bersama RX King telah memberikan lebih dari sekadar pengalaman berkendara. Motor legendaris itu telah membuka ruang baginya untuk berkarya, menjalin pertemanan, dan menunjukkan bahwa dunia otomotif juga memiliki tempat bagi perempuan.
Ia berharap komunitas RX King semakin berkembang, dikenal lebih luas, serta tetap menjaga nilai utama yang selama ini menjadi identitasnya: solidaritas, persaudaraan, dan kebersamaan.
Di balik suara mesin yang menggelegar, tersimpan kisah tentang keberanian seorang perempuan yang memilih jalannya sendiri. Amel Dwi membuktikan bahwa kecintaan terhadap otomotif bukan tentang siapa yang mengendarai, melainkan tentang semangat dan cerita yang tercipta di setiap perjalanan.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



