Ratusan RX King Getarkan Kediri, Bukan Sekadar Touring: Ada Tebar 12 Ribu Ikan dan Misi Besar di Balik Deru Mesin Legendaris

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Suara khas mesin dua langkah Yamaha RX King menggema di langit Kota Kediri, Sabtu (11/7). Ratusan motor legendaris itu memadati kawasan GOR Joyoboyo, membawa semangat persaudaraan dalam gelaran Jambore Daerah (Jamda) I RX King Indonesia 1% Region Jawa Timur 2.

Sebanyak 300 rider dari berbagai wilayah Jawa Timur berkumpul bukan hanya untuk merayakan kecintaan terhadap motor berjuluk “Raja Jalanan” tersebut. Di balik deru knalpot dan barisan panjang kendaraan, tersimpan pesan lebih besar: mempererat persaudaraan, memperkenalkan potensi wisata daerah, menghidupkan UMKM, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (12/7) itu menjadi bukti bahwa komunitas motor dapat hadir membawa energi positif bagi masyarakat.

Para peserta menempuh perjalanan sekitar 20 hingga 25 kilometer menyusuri sejumlah kawasan di Kota Kediri. Namun, agenda Jamda kali ini berbeda dari kegiatan touring pada umumnya. Para rider juga membawa misi sosial dengan menebar 12.000 bibit ikan nila dan gurami di Sungai Brantas sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem perairan.

Tidak hanya itu, rangkaian acara juga diisi dengan pengajian dan selawatan bersama Gus Ilham dari Kaliboto. Komunitas RX King turut menunjukkan kepedulian sosial melalui pemberian bantuan peralatan kepada sembilan bengkel kecil di Kota Kediri.

Pembina SKOK RX King Indonesia Region Jawa Timur 2 sekaligus Ketua Umum IMI Kota Kediri terpilih, AKBP Edy Herwiyanto, menegaskan bahwa Jamda bukan hanya sekadar pertemuan komunitas.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pecinta RX King untuk memperlihatkan bahwa komunitas motor memiliki nilai positif dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita adalah komunitas yang memiliki etika, martabat, adab, dan santun,” ujar Edy.

Ia optimistis seluruh peserta mampu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Keyakinan tersebut muncul karena konsep Jamda tidak hanya berfokus pada aktivitas berkendara, tetapi juga menghadirkan kegiatan keagamaan, aksi sosial, hingga kepedulian lingkungan.

Bagi Edy, komunitas motor bukan hanya tempat berkumpul bagi mereka yang memiliki hobi sama. Lebih dari itu, komunitas dapat menjadi wadah memperluas jaringan, berbagi pengalaman, membantu masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Jamda RX King Jadi Panggung Promosi Wisata Kota Kediri

Pemerintah Kota Kediri memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Jamda perdana tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri, Bambang Priyambodo, menyebut kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147.

Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Kota Kediri kepada masyarakat luas.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan Kota Kediri kepada teman-teman dari seluruh Jawa Timur,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan konsep City Tourism yang dikembangkan Pemerintah Kota Kediri. Melalui kegiatan berskala regional seperti Jamda, potensi wisata daerah dapat semakin dikenal sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Tidak hanya sektor wisata, kehadiran para peserta juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, panitia juga menyediakan arena khusus atraksi blayer. Fasilitas tersebut dibuat agar para peserta tetap dapat menyalurkan hobi tanpa melakukan aksi di jalan raya yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lain.

Kediri Dipilih Jadi Tuan Rumah Karena Dukungan Berbagai Pihak

Kepercayaan menjadi tuan rumah Jamda I RX King Indonesia Region Jawa Timur 2 tidak datang begitu saja. Kota Kediri dipilih karena dinilai memiliki kesiapan serta dukungan kuat dari pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait.

Wakil Ketua Panitia Jamda, Nendri Mulyono, mengatakan keputusan memilih Kediri lahir setelah melihat kesiapan panitia lokal dan dukungan yang diberikan kepada komunitas.

“Kami memilih Kota Kediri karena pemerintah dan instansi terkait memberikan dukungan kepada komunitas kami untuk mengumpulkan anggota dalam kegiatan silaturahmi,” ungkapnya.

Menurut Nendri, Jamda bukan hanya menjadi ajang berkumpulnya para pemilik RX King, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan antarkomunitas di Jawa Timur.

Melalui kegiatan tersebut, komunitas ingin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kendaraan klasik dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan.

Deru Mesin yang Membawa Pesan Cinta Alam

Di balik suara mesin RX King yang menggema di Kota Kediri, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: komunitas motor juga memiliki kepedulian terhadap alam.

Penebaran 12.000 bibit ikan di Sungai Brantas menjadi simbol bahwa para rider ingin mengambil bagian dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Nendri mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian komunitas terhadap kelestarian sumber daya alam.

“Kami sebagai komunitas ingin membuktikan bahwa kami juga cinta alam. Melalui kegiatan tebar benih ikan, kami ingin menjaga kelestarian ikan,” pungkasnya.

Jambore Daerah I RX King Indonesia Region Jawa Timur 2 akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan para pecinta motor. Acara itu menjadi cerita tentang persaudaraan, kepedulian, dan langkah kecil komunitas dalam memberikan warna positif bagi masyarakat.

Di tengah derasnya suara mesin, Kediri menyimpan pesan bahwa sebuah komunitas bukan hanya dinilai dari apa yang dikendarainya, tetapi juga dari manfaat yang mampu diberikannya.

jurnalis ; Anisa Fadila

✓ Link berhasil disalin