Bayi Baru Lahir Dibuang di Pinggir Sawah, Kini Dirawat di Panti Penampungan Sidoarjo

KEDIRI Penemuan bayi laki-laki yang baru lahir di persawahan Dusun Baba’an, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kediri, pada Kamis, 28 Mei lalu. Disampaikan Direktur RSUD SLG, dr. Tony Widyanto, saat dikonfirmasi Kamis (04/06), menyatakan kondisi bayi saat ini sehat. Meski ditemukan prematur dengan berat badan sekitar 2,2 kilogram, diperkirakan lahir pada usia kandungan 34–36 minggu.

Diberitakan sebelumnya, saat bayi ditemukan masih menempel tali pusarnya itu dibungkus sarung bantal hitam bermotif garis putih dan diletakkan begitu saja di atas rumput. Penemuan terjadi sekitar pukul 10.45 WIB oleh seorang warga yang tengah mencari sisa jagung di sawah. Bayi tersebut segera dievakuasi ke RSUD SLG Kediri untuk mendapat perawatan intensif.

“Selain prematur, kami menemukan sedikit kebocoran pada saluran jantung. Namun kondisi ini umum terjadi pada bayi prematur dan berpotensi menutup sendiri seiring pertumbuhan,” jelas dr. Tony.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan, bayi itu diserahkan ke pihak kepolisian dan Dinas Sosial Kabupaten Kediri untuk tindak lanjut. Nantinya, bayi akan ditempatkan di panti penampungan anak milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo, agar mendapat perlindungan dan perawatan lebih lanjut.

Kapolsek Ngasem, Iptu Bambang Supaku, menyebut pihaknya tengah menelusuri kasus pembuangan bayi ini. “Kami telah memeriksa beberapa saksi dan berkoordinasi dengan aparat desa serta Buser Polres Kediri. Namun identitas orang tua bayi masih belum diketahui,” ujar Bambang. Lokasi penemuan di kawasan ramai dengan rumah kos membuat penyelidikan semakin menantang.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, menegaskan bayi akan mendapat pendampingan di panti, sambil menunggu kemungkinan ditemukan orang tua kandung atau proses hukum yang berjalan. Sejumlah warga bahkan telah menghubungi Dinas Sosial menanyakan prosedur adopsi, namun proses pengangkatan anak tidak bisa dilakukan secara instan karena mengikuti prosedur resmi.

Kasus ini mengundang simpati publik sekaligus menyisakan misteri: siapa yang tega membuang bayi ini di persawahan, dan bagaimana masa depan bayi prematur ini ke depan.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim