foto : Anisa Fadila

1.061 Koperasi Diresmikan Serentak, KKMP Ngronggo Kota Kediri Terima Truk dan Pickup

KEDIRI — Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKDMP) mulai berjalan di Kota Kediri. Setelah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto bersama 1.061 koperasi lainnya secara serentak, Sabtu (16/5), Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Ngronggo kini bersiap menjalankan operasional penuh.

Berbagai kebutuhan pokok, armada distribusi hingga fasilitas pendukung telah tersedia. Pengurus koperasi hanya tinggal menunggu aktivasi sistem dari Agrinas agar transaksi penjualan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Peresmian dilakukan secara daring dan terhubung langsung dengan pusat kegiatan nasional di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di Kota Kediri, agenda diawali dengan penyerahan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha kepada pengurus KKMP Ngronggo.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut peluncuran ribuan koperasi secara serentak sebagai langkah besar dalam penguatan ekonomi rakyat. Ia menilai keberadaan koperasi dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

“Secara fisik gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada. Ada truk, ada pickup, ada kendaraan roda tiga,” ujar Prabowo.

Menurutnya, koperasi akan menjadi instrumen penting untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah pusat bahkan menargetkan jumlah koperasi yang diresmikan secara nasional mencapai 30 ribu unit pada Agustus mendatang.

Di Kota Kediri, tahap awal operasionalisasi dilakukan melalui dua koperasi, yakni KKMP Ngronggo dan Tosaren. Pemerintah Kota Kediri memastikan dukungan fasilitas dan sarana penunjang telah disiapkan agar koperasi dapat segera beroperasi optimal.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha berharap keberadaan koperasi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Ketua KKMP Ngronggo Eko Nugroho menjelaskan stok sembako dan kebutuhan harian sudah tersedia di dalam koperasi. Produk-produk tersebut berasal dari Agrinas dan siap dipasarkan setelah akses sistem diaktifkan.

Ia menyebut koperasi tidak hanya akan melayani penjualan sembako, tetapi juga dikembangkan untuk distribusi LPG, pupuk hingga pemasaran produk UMKM lokal asal Kota Kediri.

“Kami tinggal menunggu akses sistem dari Agrinas. Kalau sudah aktif, transaksi langsung bisa berjalan,” katanya.

Selain dukungan barang, KKMP Ngronggo juga telah memperoleh fasilitas operasional berupa enam tenaga kerja dari Agrinas, kendaraan pickup, truk distribusi, kendaraan roda tiga hingga perlengkapan display produk.

Saat ini jumlah anggota koperasi tercatat sekitar 160 hingga 170 orang. Pengurus optimistis koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat karena harga barang yang dijual diklaim lebih murah dibanding harga pasar umum.

jurnalis : Anisa Fadila